Ritual Kawin Burung Cenderawasih

Kamis, 9 Juni 2011 - 14:08 wib | Pasha Ernowo - Okezone

(foto: trunajayadharmautama.blogspot.com) (foto: trunajayadharmautama.blogspot.com) MENDATANGI Raja Ampat, kepulauan di wilayah Papua Barat yang terkenal dengan keindahan karang dan keanekaragaman jenis ikan.

Karena keindahannya inilah hampir dapat dipastikan setiap wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat tidak pernah melewatkan kesempatan menikmati keindahan alam bawah lautnya. Tak heran, banyak orang menyebut Raja Ampat sebagai surga bagi pecinta selam.

Nyatanya, Raja Ampat tak hanya mengundang keindahan yang hanya bisa dinikmati dari kedalaman laut. Keindahan di atas permukaan laut Raja Ampat wajib dicicipi.

Jika Anda menyambangi Raja Ampat, sempatkan untuk bertandang ke Kampung Sawinggrai, Distrik Meos Mansar, Raja Ampat, Papua Barat. Di kampung ini Anda mendapat kesempatan menyaksikan kelincahan burung cenderawasih, burung yang menjadi maskot Papua, di habitat aslinya.

Tarian burung cenderawasih adalah momen yang sangat menarik untuk dilihat. Pasalnya, atraksi menari ini merupakan ritual kawin burung cenderawasih. Para pejantan akan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokan bulunya untuk menarik perhatian burung betina agar bisa mengawininya.

Atraksi cenderawasih di Sawinggrai jamak dilakukan pada pagi hari mulai pukul 06.30-7.30 WIT dan pada sore hari, pukul 16.30-18.00 WIT.

Untuk menikmati atraksi cenderawasih menari, Anda harus rela berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit untuk mendaki Bukit Manjai di Sawinggrai. Sebuah gubuk kayu beratapkan ilalang telah disiapkan oleh Yesaya Mayor di lokasi pemantauan. Dari sini Anda bisa bertelanjang mata untuk melihat burung cenderawasih menari di atas sebuah pohon besar dengan indahnya. Burung ini akan menari lebih enerjik jika terdapat burung cenderawasih betina di sekitarnya.

Hanya saja, jika Anda menyambangi Sawinggrai di waktu yang tidak tepat, Anda harus meminggirkan keinginan melihat atraksi burung cenderawasih menari. Pada bulan Desember hingga pertengahan Februari, burung indah di Sawinggrai ini mengerem keriangannya menari karena bulan-bulan tersebut adalah musim bagi mereka untuk bertelur.

Selain melihat atraksi burung cenderawasih, Kampung Sawinggrai juga bakalan mengguyuri Anda dengan buncah kegembiraan lain lantaran Anda bisa bermain dengan ikan-ikan liar di sekitar dermaga.

Tentu saja, dengan memberi mereka makanan. Ikan-ikan liar ini tidak segan-segan datang berebut makanan di tangan Anda saat Anda mencelupkan tangan ke dalam air.

Inilah potret Sawinggrai yang memiliki beragam potensi keunikan yang terus dilestarikan. Selain tidak memburu cenderawasih mereka juga menerapkan sistem Sasi Laut di perairan sekitar kampung meski hidup sebagai nelayan. Sasi laut adalah larangan untuk menangkap jenis fauna laut tertentu di sebuah kawasan dalam jangka waktu tertentu yang disepakati oleh masyarakatnya. Karenanya, jangan heran bila Anda bisa jor-joran memanjakan indera lihat Anda dengan berbagai jenis ikan dan karang. Apalagi jika Anda memiliki hobi snorkling, rasanya sayang sekali untuk melewatkan pesona Sawinggrai.

Anda berniat untuk menyambangi Kampung Sawinggrai? Anda bisa menggunakan kapal dari Sorong menuju ibu kota Kabupaten Raja Ampat, yaitu Waisai. Ada dua pilihan, pertama menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam, atau menggunakan kapal perintis milik pemerintah daerah dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Setelah itu perjalanan dengan menggunakan longboat menuju Sawinggrai ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. (uky)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »