ORANGUTAN, primata langka khas Indonesia terancam punah. Apa sajakah yang menyebabkan jumlah hewan malang ini semakin berkurang?
"Selain karena area hutannya semakin berkurang akibat pembukaan lahan, orangutan juga terancam perburuan oportunistik," tutur Jamartin Sitihe selaku Presiden Direktur PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) saat jumpa pers "Operasi Penyelamatan & Pelepasliaran Orangutan di Kalimantan Timur" di Jakarta, baru-baru ini.
Ia memaparkan, perburuan oportunistik adalah perburuan dengan motif ekonomi. Orangutan ditangkap untuk dijual sebagai hewan peliharaan.
"Saat bayi orangutan diambil, maka satu induk pasti mati, inilah yang membuat jumlah orangutan terus berkurang," imbuhnya.
Salah satu kasus perburuan oportunistik yang ditemui terjadi pada 22 Januari 2012. Dua orangutan liar berhasil diselamatkan di wilayah perkebunan PT Bakacak Himba Bahari. Orangutan yang kemudian diberi nama Suci dan Sri tersebut ditemukan siap dibunuh oleh pemburu liar.
Setelah dirawat, mereka akhirnya dilepasliarkan pada 25 Januari 2012 ke Hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kedua orangutan adalah induk dan anaknya yang diselamatkan oleh tim penyelamat yang terdiri dari gabungan PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), serta Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA Kaltim).
Orangutan Langka, Perburuan karena Motif Ekonomi
Jum'at, 3 Februari 2012 - 21:30 wib
Mutya Hanifah - Okezone
(Foto: homepage.mac)
Berita Terkait: Pembantaian Orangutan
- Nicole Kidman Kampanye Penyelamatan Orangutan Sumatra
- Perusahaan Sawit Diminta Ikut Selamatkan Orangutan
- "Terlalu Banyak Regulasi untuk Menyelamatkan Orangutan"
- Cegah Pembantaian, Chip Orangutan Malah Tak Terdeteksi
- Ternyata, Orangutan Bisa Kurangi Pemanasan Global
- Miris, Biaya Penyelamatan Orangutan dari Asing
- Rp13 Milyar Sewa Hutan untuk Habitat Orangutan
- Drama Penyelamatan Suci & Sri
- Hutan Kehje Sewen, Rumah Khusus Orangutan Rehabilitasi
-
Kris Lucas (Sintang) » 0 Tanggapan
Lembaga Konservasi Taman Satwa khusus orangutan yg digagas oleh Pastor J. Maesen, sudah pada tahap pengajuan UPL/UKL di BLH Kabupaten Sintang. Mudah2an rencana dapat berjalan mulus.
Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.