BANGKAI kapal pesiar Costa Concordia menyisakan masalah lingkungan di sekitar Pulau Giglio. Kapal mewah ini juga meninggalkan harta karun di dalamnya.
Saat kapal pesiar mewah Costa Concordia menabrak karang dan tenggelam pada 13 Januari 2012, terjadi kekacauan di dalam kapal tersebut yang disebabkan penumpang dan kru kapal berebut menyelamatkan diri. Di tengah kekacauan, penumpang meninggalkan hampir semua kekayaan yang mereka bawa saat berlayar, seperti perhiasan dan uang tunai. Belum lagi properti mahal milik kapal pesiar, seperti barang-barang antik, peralatan kristal dari abad ke-19, ribuan benda seni, dan lain-lain.
Kini, semua barang berharga tersebut ikut tenggelam di bawah perairan Pulau Giglio. Beberapa objek mewah mungkin ada yang hancur karena tekanan air, namun pasti masih banyak yang tersisa utuh dan menggoda para pencari harta karun untuk mengambilnya. Kejadikan ini sama seperti ketika kapal Titanic tenggelam dan banyak penyelam yang rela menyelami laut yang begitu dalam untuk mencari harta karun tersebut.
"Selama masih ada mayat atau tubuh yang berada di kapal tersebut, lokasi tenggelamnya itu tidak boleh didekati siapapun," kara seorang penyelam veteran, arkeologis bawah laut dan pencari harta karun, Robert Marx, seperti dikutip USAToday, Sabtu (4/2/2012). "Namun ketika semua tubuh tewas telah diangkat, lokasi tenggelamnya kapal pasti ramai oleh para pencari harta karun," tambahnya.
Costa Concordia sejatinya merupakan kapal pesiar mewah yang penumpangnya adalah wisatawan-wisatawan kaya yang berlayar menggunakan baju dan perhiasan terbaik mereka. Kemewahan ini biasanya dipamerkan saat berjudi di kasino kapal atau makan malam di bawah sorot lampu kristal mahal.
Kekayaan ini bukan hanya dari penumpangnya. Kapal pesiar ini juga menyimpan harta karun pada pertokoan di dalamnya yang menjual perhiasan, dinding-dinding kapalnya yang dihiasi 6.000 karya seni serta fasilitas spa yang memiliki kayu print berusia 300 tahun.
"Costa Concordia kini menjadi surga bagi para penyelam," tutur Hans Reindhart, seorang pengacara Jerman yang mewakili 19 penumpang dari Jerman yang mencari kompensasi atas musibah mereka ketika berada di kapal ini. "klien saya kehilangan banyak perhiasan saat kecelakaan ini terjadi," katanya.
"Sulit untuk mengembalikan harta milik penumpang karena kapal ini situasinya masih berada di perairan," tutur perwakilan dari Costa Concordia.
Perusahaan kapal ini secara legal masih menjadi pemilik kapal tersebut berserta isinya dan para penumpang juga masih memiliki hak atas barang-barang milik mereka yang tertinggal di dalamnya. Jadi, pencari harta karun yang masuk untuk mencari barang berharga di kapal tersebut dapat dikenai pelanggaran hukum.
Costa Concordia & Isinya Jadi Incaran Pemburu Harta Karun
Sabtu, 4 Februari 2012 - 09:04 wib
Mutya Hanifah - Okezone
Costa Concordia (Foto: randasaputra)
Berita Terkait: Wisata Pesiar
- Wisata Pesiar Bertema Unik Kini Ngetren
- Punya Uang untuk Pesiar, Enaknya Kemana Ya? (II-Habis)
- Punya Uang untuk Pesiar, Enaknya Kemana Ya? (I)
- Wajah Baru Costa Concordia yang Lebih Aman
- Lupakan Tragedi, Costa Luncurkan Kapal Pesiar Baru
- Wisata Pesiar Bikin Turis Tambah Gendut
- Titanic II Bakal Dibuat Lebih Mewah
- Hiii...Wisata Pesiar Ini Bertemakan Film 'Saw'
- Berlayar di Tengah Laut Bagai Berada di Hotel Pribadi (II-Habis)
- Berlayar di Tengah Laut Bagai Berada di Hotel Pribadi (I)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.