Potret Wisata

Sambut Sail Derawan 2013, Berau Percepat Bandara

Selasa, 7 Februari 2012 - 11:26 wib
Bandara Kalimarau (Foto: pesan-tiketpesawat.blogspot)
Bandara Kalimarau (Foto: pesan-tiketpesawat.blogspot)

KEINDAHAN wisata laut di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur rupanya menjadi salah satu tujuan wisata bahari di Indonesia. Guna mendongkrak kunjungan wisatawan, kapubaten ini memercepat pembangunan bandara.

Selain Pulau Derawan yang dikenal sebagai kawasan terumbu karang, beberapa pulau lainnya juga menawarkan beragam keindahan yang bisa dinikmati seperti Pulau Kakaban, Maratua, dan Sangalaki yang dulunya dikenal sebagai kawasan terumbu karang terbaik.

Untuk mendongkrak kunjungan wisata ke pulau tersebut, Pemkab Berau sedang memprioritaskan percepatan pembangunan bandara di Pulau Maratua dan Tanjung Redeb. Bandara tersebut juga dipersiapkan menyambut Sail Derawan 2013.

Bupati Berau Makmur mengatakan, kedua bandara ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2013. Bandara Kalimarau yang sekarang ada akan dikembangkan menjadi bandara internasional. Sementara bandara baru dibangun di Pulau Maratua, yang masuk dalam gugusan Kepulauan Derawan.

“Bandara kan sebagai salah satu infrastruktur pendukung, untuk memermudah wisatawan sehingga mereka senang datang ke Berau,” ujar Makmur.

Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb sebagai pusat Kabupaten Berau, saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.600 meter dan lebar 30 meter. Biasanya hanya pesawat jenis ATR dan Boeing 737-500 yang dapat mendarat di Kalimarau.

Agar dapat didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 737-900 dan Airbus A330, landasan pacu akan diperlebar menjadi 45 meter dengan panjang 3.000 meter. Terminal penumpang juga akan diperbesar. Total anggaran mencapai Rp600 miliar dari APBD Berau.

“Saat ini terminal penumpang sedang dibangun. Izin-izin dan keperluan bea cukai juga sedang diurus. Harapannya selesai 2013, sehingga dapat digunakan untuk Sail Derawan,” ungkapnya.

Adapun Bandara Maratua yang saat ini sedang dibangun rencananya memiliki landasan pacu sepanjang 1.500 meter, dan dapat didarati pesawat jenis ATR yang berkapasitas 30–50 penumpang. Pembangunannya diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp200 miliar.

Menurut Makmur, dengan dibangunnya bandara ini, turis dapat langsung terbang ke Pulau Maratua dari Tanjung Redeb. Biasanya perjalanan ke Maratua memakan waktu enam jam dengan kapal cepat dari Tanjung Redeb atau dua jam dari Pulau Derawan.

”Pembangunannya bisa lebih cepat karena fondasi tanahnya kuat,” kata Makmur.

Wisatawan yang pergi ke Kepulauan Derawan umumnya untuk menikmati keindahan pantai, melihat penyu hijau (Chelonia mydas) di Derawan dan Maratua, serta menyelam untuk menyaksikan ubur-ubur tanpa sengat di Kakaban dan ikan pari di Sangalaki.

Pulau Maratua merupakan pulau terluas dengan penduduk 3.240 jiwa atau 808 kepala keluarga di empat kampung, yakni Payung- Payung, Teluk Harapan, Bohe Silian, dan Bohe Bukut. Empat kampung itu memiliki keistimewaan kawasan terumbu karang terbaik di laut dalam dengan palungpalungnya di kedalaman puluhan hingga ratusan meter.

“Untuk Maratua, penunjang wisata ekowisata dan laut tiap kampung memiliki homestay bagi turis atau pengunjung domestik. Ada 18-20 homestay di tiap-tiap kampung,” kata Camat Maratua Kudarat.

Menurut Kudarat, di Pulau Maratua sedikitnya ada empat investor asing yang mengelola pengembangan wisata laut, yakni Malaysia mengelola Resor Paradise, Jerman untuk Resor Naboko, investor dari Italia, dan satunya lagi dari dalam negeri.

“Yang lagi berkembang itu di Kampung Bohe Silian. Di sana sedang dikembangkan kawasan wisata terumbu karang,” ucapnya.

(SINDO//ftr)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.