Potret Wisata

Presiden Mundur, Pariwisata Maladewa Dipastikan Stabil

Rabu, 8 Februari 2012 - 19:30 wib
Mutya Hanifah - Okezone
Maladewa (Foto: sidomi)
Maladewa (Foto: sidomi)

PRESIDEN Maladewa, Mohamed Nasheed, mengundurkan diri Selasa (7/2/2012) menyusul protes dari warganya selama berminggu-minggu dan pemberontakan dari polisi setempat. Namun, industri pariwisatanya diyakinkan stabil.

Kondisi stabil ini dibuktikan dengan hanya sejumlah kecil perjalanan yang dibatalkan setelah beberapa pemerintah di dunia mengeluarkan travel warning ke Maladewa. Seperti diketahui, pariwisata adalah sumber utama perekonomian Maladewa, sebuah negara kepulauan yang berisi 1.192 pulau dengan 200 pulau berpenghuni. Ketidakstabilan politik hanyalah terjadi di Ibu Kota Maladewa, Male, yang bukan merupakan rute pariwisata.

Sejak pengunduran diri presiden, Bandara Internasional Male yang terletak di atol yang berbeda dari kota Male, tetap dibuka dan hotel-hotel di seluruh negara ini juga tetap beroperasi seperti biasa. Demikian seperti dilansir CNNGo, Rabu (8/2/2012).

Namun, Presiden Asosiasi Agen Wisata India, Iqbal Mulla, mengatakan akan ada kemungkinan beberapa pembatalan perjalanan terkait situasi politik ini. "Segala kejadian politik atau bencana alam pastinya akan memengaruhi industri pariwisata," tutur Mulla.

Beberapa pasangan yang merencanakan bulan madu di Maladewa juga membatalkan pesanannya, menurut agen wisata Flexi di New Delhi. Pemerintah India sendiri belum mengeluarkan peringatan wisata bagi penduduknya untuk Maladewa. Sejauh ini, pemerintah Inggris, Australia, dan Jerman telah mengeluarkan larangan berwisata ke Male akibat gejolak politik di sana.

(ftr)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.