Potret Wisata

Parangtritis Helat Festival Paralayang & Gantole

Rabu, 8 Februari 2012 - 19:51 wib
Prabowo - Okezone
Jogja Air Show (Foto: beritadaerah)
Jogja Air Show (Foto: beritadaerah)

FESTIVAL paralayang, gantole, paramotor, aeromodeling, microlight, dan terjung payung bakal menghiasi udara Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, dan Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta selama tiga hari. Acara digelar hingga Minggu, 10 Februari 2012.

Lebih dari 200 atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) maupun dari mancanegara memeriahkan ajang bergensi ini. Acara tahunan yang sudah digelar selama tujuh kali berturut-turut ini bakal dimeriahkan dengan keseniah daerah hingga band-band muda Yogyakarta.

"Yang sudah mendaftar untuk paralayang dan gantole ada 100 peserta, paramotor ada 30 peserta, aeromodeling ada 50 peserta, microlight ada 12 peserta, dan terjun payung ada delapan peserta," kata staf pelaksana FASI DIY, Kapten Supriyanto Salim dalam keterangan pers di ruang Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Rabu (8/2/2012).

Kasubdit Pelaksana Dirlanud TNI AU Adisucipto Yogyakarta itu menambahkan, ada peserta yang berasal dari luar negeri, seperti Malaysia, Filipina, Jerman, dan Thailand. "Ada beberapa wisatawan asing yang sudah mendaftar yang sekarang sedang berkunjung ke Bali," imbuhnya.

Acara bertajuk "Jogja Air Show 2012" itu bertujuan mengukur kemampuan atlet-atlet Yogyakarta sekaligus sebagai ajang silaturahmi antarpegiat olahraga dirgantara se-Indonesia. Sedikitnya, ada sembilan daerah yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sulawesi Tengah, Bali, dan Kalimantan Timur.

"Acara ini nanti juga diharapkan dapat mendongrak wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke pantai di Bantul Yogyakarta," imbuh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Sinang Sukamto.

Ketua panitia acara, Alfari Widyasmara menyampaikan, dipilihnya lokasi di tiga pantai yang berada di pesisir selatan Yogyakarta karena daya dukung alam. Yakni ada perbukitan di pingir pantai dan angin yang berhembus dari barat. Arah angin yang menuju timur membuat posisi takeoff paralayang dan gantole untuk melakukan penerbangan.

"Angin berhembus ke Barat di pantai itu hanya ada pada musim penghujan. Kita adakan acara ini selalu pada akhir musim penghujan," kata Alfari.

Untuk penilaian, akan dilibatkan beberapa dosen dari kampus ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta sebagai juri. "Intinya, yang terindah saat di udara dan terbaik saat start (naik) maupun turun ke darat," tutupnya.

(ftr)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.