MYANMAR terkenal sebagai negara yang mengisolasi diri dari dunia luar selama 20 tahun di bawah cengkeraman junta militer. Namun saat ini, Myanmar mulai terbuka untuk didatangi wisatawan.
Simak beberapa alasan wisatawan kini harus mengunjungi Myanmar, seperti dikutip Bootsnall, Rabu (8/2/2012).
Tidak ada "harga turis"
Dengan hampir 90 persen penduduknya bergama Budha, masyarakat Myanmar sangat taat menjalankan kepercayaannya. Mungkin karena kepercayaan yang kuat itulah, gagasan tentang "harga turis" relatif langka.
Jika iseng, tanyakan kepada setiap penduduk lokal berapa biaya perjalanan yang harus dibayar, dan pastinya kalau bertanya sembilan kali dari 10, maka semuanya akan menyebutkan harga pertama yang ditawarkan oleh sopir.
Hal yang sama pun berlaku di pasar cinderamata dimana harga yang ditawarkan para pedagang merupakan harga yang sangat masuk akal dan bisa ditawar oleh turis. Selain itu, dijamin tak ada adegan tarik menarik lengan pembeli untuk masuk ke kios seperti yang terjadi di beberapa tempat lain di Asia.
Menikmati atraksi pendayung di Danau Inle
Jika Anda pernah melihat foto Burma, kemungkinan Anda akan melihat sebuah gambar dari sebuah kaki pendayung Intha, biasanya seorang pria atau anak laki-laki. Dengan kakinya, ia mengemudikan perahu yang sarat jaring ikan di Danau Inle.
Tidak ada tali, motor, hanya keseimbangan, dan nyali. Mereka bergerak begitu cepat sehingga Anda tidak sempat bertanya-tanya mengapa mendayung kaki tidak populer di tempat lain.
Kebebasan untuk backpacker
Pembangunan pariwisata di Myanmar menawarkan sensasi yang berbeda. Saat menjelajah, wisawatan dari kalangan backpacker akan menemukan bahwa semua hal yang ada di negeri ini terasa menarik dan baru.
Selain itu, penerbangan ke Myanmar juga telah dilayani Air Asia, salah satu maskapai penerbangan murah di Asia, yang terbang dua kali sepekan dari Bangkok ke Rangoon dengan harga tiket kurang dari USD50.
Bangunan candi di Bagan
Kota yang dibangun selama berabad-abad lalu ini dulunya merupakan sebuah kerajaan kuno dan tempat tinggal raja. Kota ini seluas 26 hektare yang dipenuhi sekira 4000 candi. Untuk menikmati tempat ini, tersedia jasa balon udara pada Maret dan Oktober setiap tahunnya.
Kawasan Eksotis Mandalay
Namanya yang sangat romantis memunculkan rasa tenang, romantis, dan berbeda. Kota ini dipenuhi bangunan tua berwarna-warni yang selama beberapa dekade pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat Myanmar. Sebagai kota terbesar kedua di Myanmar, Mandalay mudah dicapai dari mana saja dengan bus lokal ataupun pesawat.
Wajah yang tersenyum
Thailand boleh saja disebut Negara Senyum, tapi dibandingkan dengan Myanmar masih kalah jauh. Terlepas dari reputasi yang dimiliki oleh pemimpin militer negara ini, Myanmar tampaknya menjadi salah satu negara paling bahagia yang pernah Anda kunjungi.
Pada setiap sisi jalan, di setiap desa, setiap kota, dan setiap kota, Anda akan disambut dengan wajah tersenyum. Setiap orang ramah luar biasa, ingin berbicara kepada Anda tentang perjalanan Anda di Myanmar dan mendengar cerita yang dibawa oleh para wisatawan dari rumah.
Wisata Myanmar Tak Pasang "Harga Turis"
Rabu, 8 Februari 2012 - 15:27 wib
Pasha Ernowo - Okezone
Mandalay, Myanmar (Foto: dhammaweb)
Berita Terkait: Asia
- 10 Keajaiban Filipina Patut Masuk Agenda Liburan
- Sengketa Pulau, China Larang Warganya Wisata ke Filipina
- Harry Potter Akan 'Menyihir' Jepang
- India Kukuhkan Diri Destinasi Wisata Medis
- Kebun Binatang Ini Berisi Hewan-Hewan Mati
- Hiii..Lapangan Golf Ini Paling Menakutkan di Dunia
- Taman Seks & Putri Duyung Daya Pikat Pulau Jeju
- Delapan Pulau Permata Negeri Jiran (II-Habis)
- Delapan Pulau Permata Negeri Jiran (I)
- Belanja di Mal Terbesar Manila
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.