Potret Wisata

Mal & Alun-Alun Solusi Ruang Pamer Seniman

Jum'at, 10 Februari 2012 - 12:25 wib
Pasha Ernowo - Okezone
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu(Foto:indonesiathisday.blogspot)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu(Foto:indonesiathisday.blogspot)

KURANGNYA ruang publik dikeluhkan para pengusaha industri kreatif saat ingin menampilkan karyanya. Tampaknya, kini masalah mulai berkurang dengan makin maraknya mal.

"Mal bisa dikembangkan sebagai ruang publik. Orang datang dengan sendirinya ke mal, tidak perlu mengajak orang lain datang. Jadi, mal sangat bagus untuk tempat memamerkan lukisan bahkan tempat pentas seni pertunjukan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu ketika ditemui di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta, baru-baru ini.

Mari menjelaskan, salah satu program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berhubungan dengan ekonomi kreatif adalah pengembangan ruang publik. Ruang publik ini terutama penting bagi para seniman dan pelaku industri kreatif.

"Mereka perlu tempat untuk menggelar pertunjukan seni atau pameran karya mereka," tuturnya.

Ia mencontohkan, ekonomi kreatif di Thailand sampai harus menyewa tempat di mal untuk tujuan tersebut. Tempat ini bahkan bukan sekadar untuk memamerkan produk, melainkan juga tempat konsultasi bagi industri kreatif.

"Mereka jelaskan kalau display barang sebaiknya bagaimana sampai bantu desain, semacam konsultasi. Kami ada ide yang arahnya ke situ," ungkapnya.

Selain mal, lanjutnya, ruang publik di daerah-daerah dapat memanfaatkan alun-alun. Ia menjelaskan beberapa daerah sudah menghidupkan alun-alun sebagai ruang publik dengan menutup jalan di malam hari dan akhir pekan untuk memberi kesempatan bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“Misalnya di alun-alun Solo yang jalannya ditutup di akhir pekan untuk tempat kuliner,” katanya.

Mari menambahkan, ke depan, pihaknya dapat membantu memfasilitasi daerah-daerah lain. “Kemenparekraf berencana memerbaiki gedung-gedung pertunjukan dengan menggandeng pihak swasta serta pemanfaatan Galeri Nasional sebagai tempat pameran dan pelatihan,” tutupnya.

(ftr)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.