LIMA ekor paus baru-baru ini menggugat SeaWorld karena dianggap telah melakukan usaha perbudakan. Gugatan yang dilakukan Masyarakat untuk Perlakuan Etis terhadap Hewan (PETA) tersebut kini dinilai tak bisa diteruskan.
Sebuah kasus kontroversial yang dibawa oleh juru kampanye PETA terhadap SeaWorld di San Diego, Amerika Serikat untuk kasus perbudakan paus, telah ditutup oleh pengadilan Amerika. Sebelumnya, PETA telah mengklaim bahwa SeaWorld San Diego melanggar amandemen ke-13 yang melarang perbudakan. Menurut PETA, lima paus di SeaWorld bernama Tilikum, Katina, Corky, Kasatka, dan Ulises, dipaksa hidup dalam tangki dan melakukan pertunjukan setiap hari. Demikian seperti dilansir Dailymail, Jumat (10/2/2012).
Hakim Jeffrey Miller menutup kasus ini, namun dia juga merupakan hakim pertama yang mau mendengarkan argumen di pengadilan atas kemungkinan pemberian hak konstitusional untuk paus. Sementara, pengacara Seaworld, Theodore Shaw tetap kokoh membela taman air ini dan mengecam gugatan ini sebagai pemborosan waktu pengadilan. Ia mengatakan kasus ini menentang akal sehat karena selama 125 tahun, amandemen 13 digunakan untuk melarang perbudakan manusia, bukan hewan.
"Dengan segala hormat, pengadilan tidak memiliki wewenang untuk memertimbangkan hal ini. Baik paus maupun hewan lain tidak dapat dimasukkan dalam amandemen ini," kata Theodore.
Seaworld juga membantah adanya perlakuan buruk terhadap hewan ini. Mereka bahkan mengatakan menyelamatkan paus ini dari cedera saat berada di lautan. Meskipun kasus ini akhirnya tidak dilanjutkan, ahli hukum mengatakan kasus ini masih terbuka untuk perdebatan tentang kemungkinan meningkatkan hak-hak hewan. Sementara pengacara PETA, Jeffery kerr, tidak berniat menyerah melawan SeaWorld.
"Keputusan hakim tidak mengubah fakta bahwa paus yang pernah tinggal di alam liar secara alami dan bebas, kini dijadikan budak oleh SeaWorld," katanya. "PETA akan berkumpul kembali dan menentukan bagaimana untuk terus bekerja untuk perlindungan hukum yang layak terhadap hewan ini."
Hakim tidak meneruskan kasus ini karena amandemen tersebut adalah amandemen yang ditujukan untuk melindungi wanita serta kaum Afrika-Amerika yang pernah mengalami perbudakan, bukan hewan. Taman hiburan SeaWorld memiliki 10 buah taman bermain di Amerika Serikat, yang mendapat pengunjung sebesar 25 juta per tahunnya.
Gugatan Paus SeaWorld Tak Bisa Diteruskan
Jum'at, 10 Februari 2012 - 13:04 wib
Mutya Hanifah - Okezone
SeaWorld Amerika (Foto: missionbeachblogs)
Berita Terkait: Amerika
- Hati-Hati, Menyelami Bikini Atoll Penuh Jebakan
- Rio de Janeiro Kalahkan Sydney sebagai Kota dengan Hotel Termahal
- Hujan Abu Reda, Bandara Meksiko Buka Kembali
- Pria ini Bersiap Tinggal di Pulau Penuh Beruang
- Hotel 'Marilyn Monroe' Ulang Tahun ke-100
- Wow, Danau Ini Dihuni 'Putri Duyung'!
- Disney World Ternyata Kota Paling Porno di Amerika!
- Akhirnya, Amerika 'Jual' Destinasi Wisata lewat Iklan
- Wisata Petualangan "The Hunger Games" Segera Rilis
- Yuk, Ikut Tur 'Terbang' Bersama Kelelawar!
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.