BEBERAPA waktu lalu, Kota Tel Aviv dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik di dunia bagi kaum gay. Pencapaian tersebut kini bakal disusul Cape Town, Afrika Selatan.
Budaya gay di Cape Town memang telah berkembang sejak jatuhnya sistem apartheid yang melarang keras homoseksualitas. Kini, Afrika Selatan telah mengizinkan pasangan sesama jenis untuk menikah dan mengadopsi anak di sini. Karena itulah, Cape Town semakin agresif untuk menjadikan dirinya sebagai kota magnet wisatawan gay internasional.
"Pasar gay adalah salah satu pasar yang paling kuat di sini," tutur juru bicara pariwisata Cape Town, Skye Grove seperti dilansir Heraldsun, Jumat (10/2/2012). "Apalagi, wisatawan gay memiliki penghasilan dan pengeluaran untuk pariwisata yang lebih banyak daripada wisatawan non-gay," tambahnya.
Dari 1,5 juta pengunjung kota ini setiap tahunnya, 15 persennya adalah gay. Pantai pasir putih, restoran kelas dunia, dan kehidupan jalanan yang menarik dianggap sebagai keunggulan Cape Town. Yang paling utama, di Cape Town pasangan sesama jenis dapat dengan bebas bergandengan tangan di tengah keramaian.
Untuk menarik lebih banyak wisatawan gay, Cape Town menawarkan banyak hotel, restoran, dan klub-klub terbaru. "Sebenarnya, 10 tahun yang lalu, Cape Town sudah pernah terkenal sebagai destinasi gay terbaik di dunia," tutur Hattingh, pemilik The Glen, salah satu hotel gay terbaik di Cape Town. "Namun kini, Cape Town kalah pamor karena tiket menuju ke kota ini tidak murah dan akomodasinya semakin mahal," tambahnya.
Riaan Kirsten, manajer pemasaran dan penjualan di perusahaan perjalanan Cape Town mengatakan bahwa kota ini juga menghadapi persaingan global karena semakin banyak kota-kota di dunia yang mengukuhkan diri sebagai 'destinasi gay terbaik'. "Namun, Cape Town masih menjadi salah satu tujuan utama bagi wisatawan gay dunia. Setiap tahun, ada lebih banyak wisatawan gay yang datang ke sini," tukas Kirsten.
Destinasi Favorit Gay, Cape Town Siap Saingi Tel Aviv
Jum'at, 10 Februari 2012 - 19:30 wib
Mutya Hanifah - Okezone
The Glen, salah satu hotel khusus gay di Cape Town (Foto: yaysouthafricahotels)
Berita Terkait: Afrika
- Destinasi-Destinasi Safari Terbaik di Benua Hitam
- Pariwisata Mesir Bangkit Kembali Tahun Ini
- Pariwisata Dubai & Turki Kecipratan 'Berkah' Kerusuhan Timteng
- Kenya Cabut Larangan Wisata ke Resor Tersohor Lamu
- Tunisia Takkan Larang Turis Berbikini
- Aquadream Berisi 3.000 Ikan Dibuka di Maroko
- Negara Krisis Politik, Pariwisata Siap-Siap Jadi Korban
- Akibat Video "KONY 2012", Uganda Terancam Dijauhi Turis
- Bulan Madu di Pantai Seychelles Kini Aman dari Hiu
- Liburan ke Cape Town Mulai Rp163 Ribu
-
jay » 0 Tanggapan
Tinggal nunggu waktu sj kehancuran kota dgn azab yg pasti datang
Beri Tanggapan Laporkan
-
omar » 0 Tanggapan
gila
Beri Tanggapan Laporkan
-
astaga » 0 Tanggapan
astagfirlla alazim, apakah orang orang ini tidak pernah dengar cerita kaum dari nabi luth yg diazab yg wilayahnya dijadikan kota yang hilang dan buktinya ada.
Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.