Potret Wisata

Jelang Athletic Bilbao vs Barcelona

Friksi Politis Pengaruhi Venue Final

Sabtu, 11 Februari 2012 - 18:06 wib
Randy Wirayudha - Okezone
Josep Guardiola i Sala.(Getty Images)
Josep Guardiola i Sala.(Getty Images)

BARCELONA – Ketidakharmonisan pandangan politik antar-kawasan dalam perpolitikan dalam negeri Spanyol, ternyata tak pelak merembet ke urusan lapangan hijau. Akibatnya, venue final Copa del Rey pun sepertinya harus dipilih ulang RFEF (PSSI-nya Spanyol).
 
Sejatinya, Santiago Bernabèu yang dipastikan menggelar final Piala Raja musim ini. Akan tetapi, dua tim finalis yang punya hubungan politik yang buruk di masa lalu hingga kini dengan golongan mayoritas yang memegang kendali ibukota, membuat Madrid merasa ‘ogah-ogahan’.
 
Peta perpolitikan Spanyol di antara Madrid, Katalan (Barcelona) dan Basque (Athletic Bilbao), sudah lama kusut sejak sang diktator Fasis, Francisco Franco berkuasa. Dan karena itu, Madrid tak ingin menghelat pertarungan Barca kontra Bilbao di Bernabèu.
 
Entrenador Barca, Josep Guardiola yang sedianya tak ingin banyak berkomentar soal politik, hanya bisa memaklumi dan mengerti keengganan publik Bernabèu. Pasalnya, ketika Blaugrana dan Los Leones pada 2009 lalu, fans dari kedua tim tak ragu untuk bersorak menghina lagu kebangsaan Spanyol yang senantiasa berkumandang sebelum laga final di mulai.
 
Insiden di tahun 2009 silam itu, terjadi di Mestalla, kandang Valencia. Sadar ketika digelar di ibukota, Madrid – akan disinyalir lebih parah, maka kubu Bernabèu menyatakan keberatannya. Guardiola pun bisa mengerti, asalkan lokasi pertandingan alternatif yang diberikan, netral adanya.
 
“Bernabèu stadion yang fantastis dan punya kapasitas yang besar, tapi saya mengerti keberatan Madrid untuk menyelenggarakan pertandingan kami melawan Athletic di sini,” jelasnya diplomatis tanpa menyinggung hal politis.
 
“Saya mengerti bahwa sejatinya partai final, harus seperti Liga Champions, ditentukan di tempat netral, jika ada ketetapan yang berubah,” tambahnya, seperti disadur Goal, Sabtu (11/2/2012).
 
“Tapi, saya tidak ingin memainkan final di San Mames (kandang Athletic Bilbao), karena itu akan menjadi keuntungan bagi lawan kami. Tapi semua keputusan saya serahkan kepada federasi (RFEF) terkait solusinya,” tuntasnya.

(raw)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.