SEBUAH survei yang dihelat layanan pemotong antrean telepon WeQ4U menempatkan dua maskapai penerbangan sebagai perusahaan berkinerja terburuk di Inggris. Kedua maskapai itu adalah British Airways dan EasyJet.
Survei WeQ4U mengamati layanan call center semua maskapai penerbangan di Inggris. Hasilnya, para pelanggan harus rela menunggu layanan call center EasyJet hingga 68 menit. Survei memperkirakan, jika setiap orang harus menghubungi 10 perusahaan seperti itu, maka mereka bisa menghabiskan biaya telepon hingga 94 poundsterling (sekira Rp1,4 juta) sebelum berbicara kepada operator.
EasyJet menolak temuan penelitian, dan menyatakan bahwa 80 persen pelanggan hanya menunggu kurang dari satu menit untuk berbicara dengan operatornya. “Kami menyambut survei independen yang dilakukan secara transparan dan statistik yang ketat,” tulis sebuah pernyataan EasyJet, seperti dikutip Telegraph, Selasa, (17/4/2012). “Sayangnya, survei ini tidak transparan, statistiknya juga tidak ketat dan sama sekali tidak mencerminkan pelanggan kami, yang selalu kami monitor untuk memastikan mereka menerima pelayanan yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, British Airways berada di posisi ketiga, yang dikritik karena memutus telepon pelanggan padahal telah menunggu lama untuk bisa berbicara dengan operator. Sebanyak empat persen pelanggan diperlakukan seperti ini, menurut hasil survei.
Survei dihelat WeQ4U, layanan pemotong antrean telepon, yang melayani 10.000 panggilan pada 3.000 perusahaan berbeda. Ikea, Sky/Freesat, T-Mobile Direct, Apple UK, dan Yodel-DHL, juga mendapatkan reputasi buruk dalam jajak pendapat ini.
Kamis, 20 Juni 2013 06:19 WIB
Kamis, 20 Juni 2013 00:07 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 23:33 WIB