Sepotong Surga di Malaga

Senin, 28 Mei 2012 - 13:22 wib
SINDO -
Malaga, Spanyol (Foto: spain-holiday)
Malaga, Spanyol (Foto: spain-holiday)

BARCELONA memang memesona. Madrid, kota metropolis yang megah nan indah. Namun, bila Anda penyuka pantai, jangan lewatkan Malaga ketika berkunjung ke Spanyol.

Hari kelima di Negeri Matador atau pada 30 April 2012, sebagai bagian dari program fam tripyang diselenggarakan Spain Tourism Board dan Singapore Airlines, kami para jurnalis dari Indonesia dan Singapura, berkesempatan mengunjungi Malaga.Salah satu dari delapan provinsi di Andalusia, itu berjarak sekitar 550 kilometer (km) dari Madrid. Kami yang menggunakan kereta supercepat (AVE) membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan untuk mencapai daerah di bagian selatan Spanyol itu dari Madrid.

Malaga atau yang dikenal sebagai Costa del Sol (pantai matahari) merupakan destinasi favorit bagi turis dari seluruh dunia. Faktor cuaca di Malaga membuat turis nyaman berkunjung sepanjang tahun. Kawasan di tepi pantai,rata-rata memiliki lebih dari 300 hari dengan cuaca cerah dan matahari terik dalam satu tahunnya. Temperaturnya pun tergolong ramah sepanjang musim.

Rata-rata temperatur sepanjang tahun sekitar 18 derajat Celsius. Di musim panas temperatur meningkat menjadi 25–30 derajat Celsius. Namun,di musim dingin suhunya tidak pernah lebih rendah dari 14 derajat Celsius di siang hari. Ibu Kota Costa del Sol adalah Malaga City.Posisi kota ini tepat di tengah,membagi Costa del Sol menjadi dua, yakni sisi barat dan timur. Bagian barat Costa del Sol lebih bergaya kosmopolitan.

Ada enam kota di bagian barat ini, Torremolinos (15 kilometer dari Kota Malaga),  Fuengirola (27 kilometer), Mijas (31 kilometer), Marbella (58 kilometer), Estepona (85 kilometer), dan Manilva (97 kilometer). Tujuan pertama kami adalah Marbella. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan bus dari stasiun kereta di Malaga, María Zambrano, untuk mencapai kota ini.

Hari kedua di Marbella benar-benar kami manfaatkan untuk mengeksplorasi keindahan alam di sana. Keindahan itu bahkan sudah saya nikmati di pagi hari, sejak bangun tidur. Beruntung, selama di Marbella saya menempati kamar di lantai yang lumayan tinggi, tepatnya di lantai 8 Hotel Don Carlos. Begitu pagi datang, dari balkon kamar hotel, saya langsung bisa menikmati pemandangan yang menakjubkan.

Hamparan biru Laut Mediterania yang tenang, bangunan-bangunan khas Andalusia di sepanjang pantai, dan hijau pegunungan di sisi kanan. “Luar biasa indah,” batin saya. Marbella memang dikenal lantaran keindahan pantai dan lapangan golf berpanorama sangat menawan. Di musim puncak liburan,yang umumnya terjadi saat musim panas, antara Juli-Agustus, Marbella dibanjiri wisatawan dari berbagai negara.

Pada saat peak season ini, jangan kaget kalau kita sulit mendapatkan kamar hotel. Tarifnya juga meningkat hingga jauh lebih mahal dibanding saat low season, yang biasanya terjadi antara November-Desember. Semisal,standard room sebuah hotel berbintang lima, yang biasanya bisa ditempati dengan membayar sekitar 200 euro pada November-Desember, naik 2,5 kali lipat menjadi 450 euro pada Juli-Agustus.

Soal makanan, tidak usah khawatir. Di Marbella terdapat berbagai restoran dengan aneka cita rasa. Mulai dari makanan Eropa hingga Asia,semua tersedia.Wisatawan dapat pula mencoba kelezatan sea food. Saya, yang siang itu berkesempatan makan siang di Marbella Club Hotel, dimanjakan dengan aneka olahan sea food yang lezat. Menyantap lobster besar yang manis dan gurih sambil memandangi biru Laut Mediterania, benar-benar pengalaman tak terlupakan. Perfecto.“ Wah, lobsternya enak sekali,” ujar rekan jurnalis dari Jakarta.

Puas menikmati kelezatan makanan dan keindahan Marbella, keesokan harinya kami menuju Malaga City, ibu kota Provinsi Malaga. Banyak tempat menarik di kota ini. Bagi pencinta seni, Museum Picasso tentu tak boleh terlewatkan. Malaga merupakan tempat kelahiran seniman besar tersebut. Ada pula situs bersejarah,seperti Alcazaba, bangunan benteng besar peninggalan bangsa Moor.

Di Malaga City saya juga berkesempatan mengunjungi El Pameral de Las Sorpreras, sebuah kawasan di tepi Pelabuhan Malaga. Selain terdapat restoran-restoran yang menawarkan berbagai makanan, di tempat ini juga banyak gerai toko yang menawarkan aneka ragam suvenir.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry