Destinasi Wisata Indonesia Semakin Tersohor, Asalkan...

Jum'at, 1 Juni 2012 - 17:46 wib
Pasha Ernowo - Okezone
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu(Foto:Dokumentasi Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu(Foto:Dokumentasi Kemenparekraf)

JAKARTA-Belakangan, sektor pariwisata disorot untuk terus berbenah diri. Beberapa poin disebut mampu menguatkan pariwisata Tanah Air.

Sektor pariwisata berkontribusi baik terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dunia. Hasil kajian World Economic Forum (WEF) terhadap sektor pariwisata menunjukkan kontribusinya terhadap PDB mencapai 9 persen. Dalam World Economic Summit on East Asia yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 30 Mei hingga 1 Juni 2012, prospek pariwisata dunia dibahas secara khusus dalam sesi “Travel, Trade, and Tourism”.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan, kawasan Asia dan khususnya ASEAN, akan memainkan peran penting dalam perkembangan pariwisata dunia. Pasalnya, kawasan ini akan menjadi lokomotif penggerak perekonomian dunia. Namun, Mari menegaskan bahwa untuk mengoptimalkan pengembangannya, ada sejumlah hal yang harus diperbaiki.

“Hal-hal yang harus diperbaiki, misalnya fasilitasi visa di ASEAN, yang harus menjadi agenda utama. Tidak kalah penting adalah meningkatkan konektivitas. Hal ini terlihat jelas dengan data suatu riset yang telah dilakukan T20 menunjukkan bahwa fasilitasi dari prosedur visa, termasuk mengarah kepada electronic visa dan berbagai kemudahan prosedur, akan mempunyai dampak positif terhadap penambahan jumlah wisatawan,” jelasnya, seperti rilis yang diterima Okezone, Jumat (1/6/2012).

Mari menjelaskan, di samping fasilitasi visa, perlu juga diprioritaskan kerjasama yang berada di bawah kerangka G20, seperti konektivitas terkait kerjasama infrastruktur maupun membuat regim jasa-jasa transportasi yang lebih kondusif dan efisien.

Peranan maskapai penerbangan juga sangat penting terhadap bisnis pariwisata. “Tumbuhnya maskapai penerbangan berkorelasi langsung terhadap pariwisata. Meski negara-negara di Asia tengah memperbaiki infrastruktur untuk memperbaiki konektivitas melalui transportasi darat, tidak dapat dipungkiri bahwa penerbangan masih menjadi pilihan utama bagi wisatawan untuk berpergian,” paparnya.

Dia menambahkan, kemudahan untuk memerluas metode pembayaran secara elektronik dirasa penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. “Penggunaan teknologi semacam ini karena kecenderungan wisatawan untuk tidak membawa uang tunai dalam jumlah yang besar saat berpergian. Lagipula, dengan pembayaran secara elektronik akan lebih mudah untuk melakukan analisa mengenai perilaku wisatawan terkait dengan, misalnya destinasi yang didatangi, souvenir yang dibeli, dan restoran yang dikunjungi,” jelasnya.

Kawasan ASEAN mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing sebanyak 82 juta orang, tumbuh sekira 9 persen dan 49 persen, di antaranya adalah kunjungan antarnegara ASEAN.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry