PEGUNUNGAN Himalaya dikenal sebagai sebuah destinasi yang terpencil dan sulit ditaklukkan. Gunung ini juga ditinggali oleh biarawan-biarawan yang masih hidup dalam lingkungan tradisional. Namun hal tersebut perlahan mulai berubah.
Dari kejauhan, Himalaya dengan Bhutan sebagai pusatnya adalah sebuah tempat sakral yang tenang dan jauh dari kemoderenan. Dengan pemandangan puncak tertinggi di dunia, Puncak Everest, membuat Bhutan seperti sulit untuk dijangkau.
Bhutan bahkan lebih kecil dari Swiss, namun area pegunungan membuatnya tampak besar. Jalanan d Bhutan pertama kali dibuat pada 1960-an, dan kini jalanan tersebut sudah diperbesar dan diperbaiki, demikian seperti dikutip dari SMH, Sabtu (2/6/2012).
Tidak hanya jalanan yang berubah, keadaan Bhutan secara umum juga berubah. Pada 1952, Bhutan tidak memiliki sekolah, rumah sakit ataupun kantor pos. Tidak ada kantor polisi, listrik, telefon dan media. Televisi akhirnya masuk di Bhutan pada 1999.
Dulu pariwisata juga bukan menjadi fokus utama Bhutan. Negara ini hanya menarik bagi orang-orang yang ingin mendalami spritualitas agama Budha. Namun kini, hampir semua wisatawan dunia pasti tahu tentang Bhutan.
Meski pariwisata mulai berkembang di negara ini, namun akses menuju Bhutan masih sulit untuk dicapai. Bhutan hanya memiliki satu bandara dan karena area pegunungannya yang tinggi dan kasar, hanya pesawat kecil saja yang mampu mendarat di Bhutan.
Rabu, 22 Mei 2013 00:02 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 23:15 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 21:03 WIB