Menyebalkan! Sakit Kepala Muncul Saat Naik Pesawat

Sabtu, 9 Juni 2012 - 19:36 wib
Fitri Yulianti - Okezone
Sakit kepala pesawat bisa muncul tiba-tiba (Foto: dailymail)
Sakit kepala pesawat bisa muncul tiba-tiba (Foto: dailymail)

SAKIT kepala jelas keluhan yang menyebalkan. Keluhan ini bahkan kerap datang pada momen yang seharusnya menyenangkan, liburan!

Bepergian dari satu tempat ke tempat akan memicu sakit kepala pada sebagian orang; apakah dengan kereta, pesawat, maupun mobil. Namun, rasa sakit akan semakin dahsyat bila bepergian menggunakan pesawat udara.

Para peneliti mengatakan bahwa "sakit kepala pesawat (plane headache)" merupakan bentuk nyeri yang terjadi ketika pesawat mendarat dan mulai terbang. Sakit kepala pesawat, yang bisa dicirikan dengan tingkat nyeri dan posisi sakit biasanya pada satu bagian kepala dekat mata, pertama kali dilaporkan dalam literatur 2004. Setelah itu, semakin banyak kasus yang berhasil tercatat.

Kini, para peneliti Italia menemukan bahwa penyakit tersebut bisa ditelaah sebagai subtipe baru sakit kepala, untuk masuk dalam daftar kriteria yang bisa didiagnosa dokter. Kepala Peneliti Federico Mainardi menjelaskan, sakit kepala pesawat bisa didefinisikan sebagai sakit kepala yang terjadi secara tiba-tiba dalam hubungannya dengan penerbangan, terutama selama fase pendaratan. Durasi sakit akan bergantung pada berapa lama proses pesawat mendarat maupun mulai terbang. Bahkan pada sekira 96 persen penderitanya, sakit kepala pesawat bisa dirasakan lebih dari 30 menit.

"Apakah sakit kepala pesawat adalah gangguan tidak biasa? Saya rasa demikian. Namun, dokter lain mungkin tidak setuju," kata R. Allan Purdy, neurologis dan profesor di Dalhousie Medical School di Halifax, Canada.

"Tak ada yang tahu penyebabnya. Tak ada yang tahu berapa banyak penderita. Tak ada yang tahu pengobatan seperti apa yang efektif menyembuhkannya, tapi penelitian lebih lanjut tetap dapat dilakukan," tambahnya.

Sejauh ini, penelitian belum bisa membuktikan pemicu sakit kepala pesawat. Satu teori mengatakan dikaitkan dengan tekanan perubahan pada saluran sinus, didasarkan pada pemikiran bahwa penumpang yang kedinginan maupun punya infeksi sinus menderita sakit kepala selama pesawat mendarat dan terbang.

"Keluhan ini tidak menunjukkan gangguan serius yang bisa mengurangi kualitas hidup," tegasnya.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry