MENGIKUTI Amerika Serikat yang melengkapi keamanan bandaranya dengan pemindai tubuh, bandara-bandara di Australia juga akan memiliki pemindai semacam itu mulai bulan depan. Sayangnya, keberadaan alat ini masih dianggap kontroversial dan tidak seharusnya digunakan di bandara.
Pemerintah Australia baru saja mengumumkan akan memasang pemindai baru di delapan bandara internasional negaranya. Pemindai ini akan digunakan untuk meningkatkan keamanan bandara. Sayang, pemindai seluruh tubuh ini dianggap melanggar privasi para pengguna bandara karena dapat memerlihatkan alat kelamin dan penyakit yang mereka deteksi, bukan hanya melihat barang berbahaya apa yang mereka bawa.
Penderita kanker payudara juga dapat terdeteksi saat melewati pemindai. Breast Cancer Network Australia mengatakan telah mensiagakan 70.000 anggotanya untuk membawa surat dokter sebelum melewati pemindai ini untuk menjamin perlakuan yang bijaksana dari petugas keamanan bandara. Bahkan penumpang transgender dapat terlihat saat melewati pemindai ini. Demikian seperti dikutip dari TheAge, Senin (11/6/2012).
Alat kontroversial ini juga diprotes oleh kaum Muslim setempat, yang melayangkan protes ke Kantor Keamanan Transportasi. Mereka khawatir grafis pemindai yang menampilkan gambar tanpa busana penumpang akan disimpan oleh petugas bandara dan digunakan untuk hal buruk. Apalagi, menurut agama Islam, hanya pasangan atau muhrim yang berhak melihat tubuh mereka.
Namun, pemerintah mengatakan akan menggunakan kebijakan agar isu privasi ini tidak perlu dikhawatirkan lagi. Adanya pemindai merupakan tanggapan atas serangan pada Natal 2009 ketika seorang penumpang mencoba meledakkan bahan kimia yang disembunyikan dalam jarum suntik dan celana dalamnya.
Selasa, 21 Mei 2013 21:03 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 19:49 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 17:24 WIB