Dubai Creek, Titik Tersibuk Pemecah Kota Dubai

Selasa, 12 Juni 2012 - 16:30 wib
SINDO -
Dubai Creek, sungai berair asin yang membelah Kota Dubai (Foto: edwebproject)
Dubai Creek, sungai berair asin yang membelah Kota Dubai (Foto: edwebproject)

SELAMA di Dubai, hal yang paling menarik perhatian justru Dubai Creek, sebuah sungai berair asin yang membelah Kota Dubai. Lokasi ini merupakan titik tersibuk di Dubai.

Ada anekdot, Kerajaan Dubai tidak akan membiarkan sebuah negara mana pun di dunia memiliki ikon termewah atau termegah. Misalnya Burj Khalifa yang berhasil menggeser posisi Gedung 101 di Taipe, Taiwan, sebagai gedung tertinggi di dunia.

Burj Khalifa, gedung unik pencakar langit di pusat Kota Dubai ini tingginya 828 meter, dan 160 lantai dilengkapi lift berkecepatan 60 km per jam atau 16,7 meter per detik. Di kaki gedung ini terdapat sebuah mal yang diberi nama Dubai Mall. Mal ini juga merupakan pusat perbelanjaan terbesar di dunia. Di dalam mal ini, ada lagi sebuah akuarium terluas di dunia dengan 60.000 spesies laut di dalamnya.

Untuk menaiki Burj Khalifa, Anda harus membayar 150 sampai 200 dirham, sebaiknya Anda memesan tiket sehari sebelumnya karena banyak wisatawan yang berminat ke puncak gedung itu.

Tidak susah menandai lorong atau arah ke litf Burj Khalifa yang ada di tengah Dubai Mall, tepat di pintu masuk terdapat sebuah anjungan tunai mandiri (ATM) yang berisi emas. Jadi, bagi yang berminat membeli logam mulia itu cukup bertransaksi di ATM tersebut.

Selama di Dubai, hal yang paling menarik perhatian justru Dubai Creek, sebuah sungai berair asin yang membelah Kota Dubai. Lokasi ini merupakan titik tersibuk di Dubai. Beberapa sumber mengatakan, sungai ini memanjang ke daratan hingga Al Ain—sungai ini dulu disebut Sungai Zahra.

Dubai Creek membelah dua bagian utama Kota Dubai, Deira dan Bur Dubai. Dahulu di sepanjang tepi sungai ini, tepatnya di Bur Dubai, tinggal anggota Suku Bani Yas—cikal bakal dinasti Al Maktoum yang kelak berkuasa.

Pada awal abad ke-20, sungai ini tidak bisa dilewati kapal berukuran besar karena sempit. Pemerintah Dubai kemudian menyulapnya menjadi jalur transportasi air yang bisa dilewati kapal pesiar terbesar sekalipun. Dari sinilah pembangunan kota dimulai, Dubai Creek dikeruk hingga sangat dalam dan diperlebar. Sungai ini bahkan menjadi lokasi wisata air.

Pada malam hari puluhan perahu tradisional Dubai (dwoh) yang berukuran besar dengan lampu kerlap-kerlip bisa membawa wisatawan berkeliling di sepanjang sungai sambil menikmati makan malam dan alunan musik—tarifnya 150 dirham per orang.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry
BACA JUGA »