Warga Batak Protes ke Konjen Malaysia

Rabu, 20 Juni 2012 - 17:20 wib
Irwansyah Putra Nasution - Okezone
Ratusan Warga Batak Lakukan Aksi Protes (Foto: Irwansyah/Okezone)
Ratusan Warga Batak Lakukan Aksi Protes (Foto: Irwansyah/Okezone)

MEDAN - Ratusan warga Batak yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Budaya Batak melakukan aksi protes di depan kantor Konsulat Jenderal Malaysia di Jalan Diponegoro, Medan. Massa menentang kebijakan Pemerintah Malaysia yang berencana mengklaim tari Tor-tor dan Gondang Sembilan sebagai bagian dari kebudayaan mereka.

Ratusan bapak-bapak dan ibu-ibu datang ke Konjen Malaysia mengenakan pakaian adat Batak dan memainkan Gordang Sambilan. Koordinator aksi, Cristian Napitupulu, mengatakan bahwa rencana Pemerintah Malaysia untuk mendaftarkan tarian Tor-tor dan Paluan Gordang Sambilan harus ditentang karena budaya tersebut adalah milik bangsa Indonesia, tepatnya Sumatera Utara.

"Langkah Malaysia untuk memiliki kebudayaan tersebut adalah salah besar dan harus ditentang," katanya di Medan, Sumatera Utara, Rabu (20/6/2012).

Dia menjelaskan, budaya tari Tor-tor dan alat musik Gordang Sambilan merupakan budaya yang sudah lama ada dan dikenal luas oleh suku Batak dan Mandailing Natal. "Budaya itu sudah ada sejak 500 tahun lalu dan hingga sekarang menjadi suatu alat budaya dalam segala tradisi dalam pesta masyarakat adat Batak," jelasnya.

Komunitas Pecinta Budaya Batak meminta masyarakat Indonesia, khususnya warga Batak, untuk melakukan aksi penolakan atas pengklaiman yang dilakukan Pemerintah Malaysia. Dan, kepada pemerintah Indonesia agar menjaga kedaulatan kebudayaan serta melestarikannya sehingga tidak akan terjadi lagi aksi pengklaiman oleh negara lain terhadap kearifan lokal bangsa ini.

"Pemerintah Indonesia harus lebih serius untuk menjaga budaya bangsanya sendiri karena negara ini ada karena ditopang bangsa yang berbudaya," tandasnya.

Butet Boru Nainggolan menambahkan, bila sampai Pemerintah Malaysia mendaftarkan tarian Tor-tor dan Gordang Sambilan, maka yang akan banyak dirugikan adalah warga Batak. "Bayangkan saja, setiap ada acara kebudayaan warga Batak selalu memainkan tari Tor-tor dan Gordang Sambilan. Bisa-bisa kami harus bayar ke Malaysia kalau memainkannya," tukasnya.

Butet menambahkan, siapa yang ingin bila budaya Indonesia dimiliki negara lain. Menurutnya, protes ini merupakan bentuk kecintaan warga Batak terhadap budayanya.

Berdasarkan pantauan Okezone, ratusan warga Batak melakukan tarian Tor-tor sambil berkeliling memerlihatkan kepada Pemerintah Malaysia bahwa tarian tersebut adalah milik suku batak. Aksi protes ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polresta Medan.

Setelah melakukan aksi protes di depan kantor Konjen Malaysia, massa melanjutkan aksinya ke kantor Gubernur Sumatera utara dengan berjalan kaki, dengan jarak tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry