BANDUNG - Banyaknya area vital dan wisata membuat Direktorat Pam Objek Vital (Dit Pam Obvit) Polda Jabar kewalahan dengan personel yang ada saat ini. Dari Daftar Susunan Personil (DSP) sebanyak 126 orang, Dit Pam Obvit baru memiliki 96 anggota yang tersebar di seluruh Jawa Barat.
“Jumlah itu masih kurang, mengingat banyaknya lokasi obvit (objek vital-red) di wilayah hukum Polda Jabar,” jelas Dir Pam Obvit Polda Jabar Kombes Pol Iswyoto Agoeng di Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/7/2012).
Dia menjelaskan, saat ini terdapat 98 titik objek vital, terdiri dari tempat wisata, objek vital, hingga objek vital Nasional. “Kalau sesuai DSP yang ada, kita masih kurag sekitar 30 personel,” katanya.
Iswyoto mengungkapkan, idealnya anggota Pam Obvit jajaran Polda Jabar berkisar 1.000 personel, mengingat banyaknya objek vital yang tersebar di Jawa Barat. Meski demikian, dia tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyesuaikan porsi anggotanya dengan jumlah objek vital yang ada.
“Di Polda Metro Jaya saja jumlah anggotanya 1.001, tapi itu masih dianggap kurang. Soalnya, di Jakarta selain mengamankan obvit dan obvitnas, banyak gedung kedutaan dan konsulat yang mendapat pengamanan,” paparnya.
Sementara, secara terpisah Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, mengisi kekurangan personel harus sesuai dengan prosedur. “Sesuai prosedur, pengajuan penambahan anggota diserahkan kepada Kapolda," singkatnya.
Seperti diketahui, Dit Pam Obvit Polda Jabar sudah ada sejak 2011, namun baru di awal 2012 secara resmi Dit Pam Obvit mulai bekerja. Adapun beberapa tugas pokok Dit Pam Obvit, adalah menjaga objek vital, perkantoran, bank, objek vital Nasional, dan tempat-tempat lainnya yang membutuhkan pengamanan khusus.
Belakangan, masyarakat mengenal anggota Pam Obvit dengan sebutan Polisi Pariwisata. Pasalnya, petugas berseragam polisi dengan garis merah pada kerah dan lengan ini sering terdapat di beberapa tempat wisata.
Rabu, 22 Mei 2013 09:01 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 03:05 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 00:02 WIB