PANGANDARAN telah lama dikenal dengan keindahan pantainya. Beragam kegiatan dapat dilakukan di sini, mulai berenang, berselancar, berlayar, berjalan santai di tepi pantai, dan masih banyak lagi. Ternyata, tidak cukup dengan itu.
Tidak sekadar pantai dan matahari, Pangandaran pun memiliki keindahan alam yang tidak kalah menarik. Di pinggiran desa, wisatawan akan disambut dengan hangatnya rona kuning dan hijau persawahan ditambah beragam vegetasi atau taman kelapa yang terletak di dalam pedesaan yang sunyi.
Di pedalaman inilah tersembunyi sungai-sungai nan elok dengan tebing dan air yang jernih, sebuah kolam alami yang mengagumkan untuk para perenang. Terdapat pula hutan yang masih alami dan kayu jati—rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna—sebagai penyempurna kekayaan alam Pangandaran. Itu semua belum cukup untuk mengungkap banyaknya pilihan beraktivitas liburan di destinasi ini. Apa saja? Berikut ini alternatif menyenangkan untuk Anda:
Adopsi karang
Transplantasi terumbu karang diadakan di Pangandaran sebagai bentuk kontribusi terhadap rehabilitas karang. Dalam dua tahun terakhir, program ini telah diperpanjang demi memerluas partisipasi para wisatawan.
Bergabunglah untuk menjadi “orangtua asuh” dan membantu terumbu karang Pangandaran sehingga sumber-sumber perkanan dan keindahan lautnya dapat menjadi lebih baik.
Setelah diberi penjelasan singkat, Anda akan menuju ke lepas pantai menggunakan kapal lokal Kataraman.
Tugas Anda adalah memilih “bayi” karang dari genus Acropora, beri name tag, lalu berikan berkan kepada penyelam untuk selanjutnya diletakkan di rumah barunya. Kelompok masyarakat lokal akan memelihara “anak asuh” Anda dan melaporkannya secara rutin.
Eksplorasi goa
Pangandaran yang zaman kolonial berperan sebagai salah satu area perkebunan telah menjadi saksi bisu eksistensi rute kereta api di pesisir selatan Jawa. Walaupun sudah tidak digunakan lagi, rel dan terowongan ini tetap mempunya daya tarik dan menjadi sebuah tempat yang sempurna bagi tur trekking di daerah pedalaman.
Tur trekking dimulai dengan kunjungan ke terowongan Hendrik selebar 50 meter dan siap-siap terpesona dengan keindahan panorama jembatan Cikacepit. Trekking ini mengajak Anda untuk mengenal bermacam-macam jenis tanaman, seperti kayu jati, mahogani, pisang, jagung, dan kacang tanah. Terowongan Julianna dan Wilhelmina sepanjang 12 kilometer akan menjadi pemberhentian berikutnya.
Mengenali kekayaan TWA Pananjung
TWA Pananjung adalah pusat keanekaragaman hayati di Pangandaran. Taman wisata alam ini didedikasikan untuk para wisatawan belajar dan mengenal kekayaan keanekaragaman hayati dalam bentuk yang masih alami.
Amati rusa, monyet daun, monyet ekor panjang, dan burung rangkong. Jangan lewatkan pula pengamatan berbagai jenis serangga dan kupu-kupu. Tanaman-tanaman tropis terutama jenis tanaman dataran rendah dan hutan pantai masih banyak di sini. Ada pemandu tur lokal yang siap menemani Anda.
Belajar hidup tradisional, tapi produktif
Banyak produk lokal Pangandaran yang masih diproduksi secara tradisonal. Rahasianya terletak pada keterampilan pengrajin di bengkel sederhana milik mereka di sekitar desa.
Jelajahi industri ini dengan lebih ramah lingkungan; gunakan sepeda atau becak.
Di pagi buta, Anda bisa mengunjungi pasar tradisional untuk membeli berbagai jenis panganan lokal. Pernahkah Anda melihat proses pembuatan tempe dan tahu? Dalam perjalanan menelusuri desa-desa, Anda juga akan dapat melihat proses pembuatan niara kelapa menjadi gula kelapa.
Menjelajah dengan sepeda
Selain pantai, Pangandaran menawarkan banyak sekali atraksi alami. Buktikan dengan tur sepeda untuk mengeksplorasi tempat-tempat tersembunyi ini.
Nikmati pengalaman bersepeda melintasi sawah yang subur, taman, dan perkebuban kelapa. Hirup segarnya udara pedesaan dan amati bagaimana para petani memulai aktivitas mereka.
Kayu sepeda Anda menaiki batu kapur untuk melihat pemandangan terbaik Pananjung. Sungai dan air terjun yang jernih jangan sampai terlewatkan, baik hanya untuk berendam atau mandi. Melewati kampung- kampung nelayan, Anda sekaligus dapat melihat aktivitas mereka, seperti menangkap dan menjual ikan, membuat ikan asin, dan terasi.
Meresapi kebudayaan yang memikat
Ronggeng Gunung adakah tarian tradisional asli Pangandaran. Tarian ini terkait dengan sejarah putri "Dewi Rengganis". Rengkong dan Gondang adalah tarian tradisional untuk merayakan masa panen di daerah pesisir selatan Jawa Barat. Kesenian-kesenian ini sudah mulai memudar dan perlahan-lahan tergantikan dengan kesenian kontemporer.
Masyarakat lokal Desa Sukahurip telah mengembangkan tur pertunjukan khusus untuk Anda melihat tari-tarian yang memesona. Dengan tata panggung di bawah langit terbuka dan halaman rumah tradisional, malam dimulai dengan jamuan masakan lokal dilanjutkan dengan pertunjukan. Jangan lewatkan kesempatan untuk ikut menari sampai larut malam.
Sabtu, 25 Mei 2013 10:09 WIB
Sabtu, 25 Mei 2013 14:48 WIB
Sabtu, 25 Mei 2013 14:11 WIB