Coca Cola & Quicksilver Bersihkan Pantai-Pantai Bali

Rabu, 11 Juli 2012 - 16:09 wib
SINDO -
Pantai Kuta yang dipenuhi sampah (Foto: SMH)
Pantai Kuta yang dipenuhi sampah (Foto: SMH)

BALI masih tetap diminati sebagai salah satu objek wisata dunia. Namun,beberapa waktu belakangan ini pantai-pantai di Pulau Dewata tersebut mulai dicemari sampah.

Tak rela melihat kondisi ini, Coca- Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver pun menggelar program bersih-bersih sampah di pantai di Bali. Bertajuk “Bali’s Big Eco Weekend”, acara ini sukses dihelat pada Sabtu 7 Juli 2012 lalu. Berbagai elemen masyarakat pun terlibat dalam aksi ini, mulai dari deretan top manajemen hingga para tokoh legendaris selancar dunia. Semua turut berpartisipasi dalam acara dan membantu membersihkan pantai-pantai di Bali. Acara ini resmi dibuka di Pantai Kuta.

“Sekitar pertengahan Juni,kami mengadakan pertemuan langsung dengan Bapak Emirsyah Satar dan membicarakan bagaimana caranya kami bisa melakukan lebih banyak untuk pulau paling berharga di negara ini.Kami menunjukkan kepada beliau apa yang mampu dilakukan unit pembersih pantai ini dan beliau dengan segera menyatakan keikutsertaannya,”tutur Bruce Waterfield, Business Services Director Coca-Cola Amatil Indonesia.

Program bersih-bersih pantai ini bukanlah yang pertama digelar oleh Coca- Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver.Mereka telah menjalankan program Bali Beach Clean Up sejak 2008. “Bedanya, tahun ini kami membuka kesempatan bagi para industri dan individu yang ingin ikut membantu membersihkan pantai-pantai di Bali.Garuda Indonesia, Hard Rock Hotel & Café, dengan segera menunjukkan komitmen mereka untuk bergabung bersama kami,” tambah Waterfield.

Selain menyelenggarakan Bali Clean and Green Forum seperti tahun lalu, acara Bali’s Big Eco Weekend pada tahun keduanya diselenggarakan dengan tujuan memberikan bantuan dalam bentuk nyata bagi Bandesa Adat Kuta, Legian, Jimbaran,Seminyak, dan Kedonganan.Sehari sebelumnya, mereka juga mengadakan turnamen golf di Pan Pacific Nirwana Bali Resort. Turnamen ini diikuti oleh para pelaku industri dan pebisnis yang ingin mengayunkan tongkat golf mereka untuk membuat perubahan.

Turnamen tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara lelang yang memberi kesempatan bagi para pemain untuk mendonasikan berapa pun uang yang mereka miliki dan membantu program Bali’s Beach Clean Up. “Kami berkomitmen untuk menjalankan program ini setiap hari,tapi tantangan untuk membersihkan pantai tidak menjadi semakin mudah setiap harinya. Itu sebabnya,kami tidak bisa mengatasi masalah ini sendirian.

Kami membutuhkan komitmen yang lebih besar dari pihak-pihak lain untuk ikut terlibat. Untuk menciptakan perubahan positif bagi pulau yang sangat spesial ini,kita semua perlu bekerja bersamasama,” kata Paul Hutson, CEO Quiksilver South East Asia. Bukan hanya lewat golf, Kelly Slater,juara selancar dunia 11 kali yang juga merupakan juara selancar dunia saat ini, ikut bergabung dan membantu menjaga kebersihan Bali dengan cara menyumbangkan papan selancarnya.

Pada 23 April lalu, Slater menulis beberapa pesan lewat akun Twitter-nya, mengungkapkan rasa prihatin atas masalah polusi yang semakin mencemari Bali.Pesan tersebut bukan hanya dibaca oleh nyaris 200.000 followers Slater di Twitter, tapi juga sukses menarik perhatian ratusan ribu orang lainnya, terutama mereka yang bergerak dalam industri selancar, termasuk media internasional. Terutama di Australia, negara yang menjadi pemasok terbesar turis di Bali. Akhirnya,Slater menawarkan salah satu papan selancarnya untuk dilelang di situs eBay. Hasil terakhir lelang tersebut akan Dia tambahkan untuk kebersihan pantai di Bali.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry