JAKARTA - Museum Mandiri merupakan museum perbankan dengan gaya Art Deco klasik menciptakan suasana khas era koloni Belanda. Dengan tujuan melestarikan cagar budaya dan sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat.
Museum yang menempati area 22.176 meter persegi itu adalah gedung Nederlandsche Handel Maatschappij NV pada tahun 1929. Meski begitu, Museum Mandiri tetap mempertahankan gaya interior tempo dulu.
“Kita ingin mengembangkan museum ini agar terasa ke suasana aslinya,”ujar Wagiman, Pemandu Wisata yang ditemui Okezone belum lama ini.
Saat memasuki loket, wisatawan disambut patung petugas bank dari zaman Belanda. Meja loketnya, berlapis marmer sehingga kian memunculkan suasana klasik era itu.
Tiket masuknya Rp.1.000 untuk dewasa sedangkan untuk anak-anak, pelajar, mahasiswa, pemegang kartu serta nasabah Mandiri tidak dikenakan biaya. Setelah itu, wisatawan disuguhi pemandangan dari berbagai buku besar, mesin hitung, mesin tik, brangkas, berbagai koleksi uang kuno, serta surat berharga. 30 brankas yang dipamerkan ialah brankas yang digunakan di era Belanda hingga sekarang. Selain itu, tampak pula hiasan dan ornamen alat hitung yang ditempel memenuhi dinding salah satu ruangan.
Demi menjaga benda koleksi, pihak pengelola melakukan pemeliharaan. Pemeliharaan ini terbagi berdasar atas bahan dasar benda koleksi seperti: logam, kertas, kain dan kayu. Selain melakukan perawatan, pihak pengelola juga acapkali menambah koleksi Museum Mandiri.“Tiap tahunnya kita selalu hunting ke daerah Surabaya, Bandung dan Semarang,” katanya.
Untuk membuat perjalanan mengitari mesin perbankan kuno lebih menyenangkan, pihak pengelola menampilkan live music dan pemutaran film. Tentunya film yang diputarkan berkaitan dengan sejarah Kota Tua dan perbankan di Indonesia.
Tini, wisatawan asal Bekasi mengaku senang mengunjungi Museum Mandiri. “Seru. Jadi kita bisa tahu masa dulu,” tutupnya.(uky)
Kamis, 23 Mei 2013 21:24 WIB
Jum'at, 24 Mei 2013 03:30 WIB
Jum'at, 24 Mei 2013 00:35 WIB