Telusuri Sejarah Jakarta di Museum Fatahillah

Minggu, 15 Juli 2012 - 09:58 wib
Duwi Setiya Ariyanti - Okezone
Salah satu sudut Museum Fatahillah (Foto: Duwi/Okezone)
Salah satu sudut Museum Fatahillah (Foto: Duwi/Okezone)

MUSEUM Sejarah Jakarta atau lebih dikenal dengan Museum Fatahillah menyingkap cerita, mulai dari zaman prasejarah hingga berdirinya Kota Jayakarta. Museum Fatahillah menjadi salah satu destinasi wisata edukatif warga Jakarta.

Museum Fatahillah, dinamakan demikian karena terletak di Jalan Taman Fatahillah Nomor 2, Jakarta. Museum Fatahillah, sebelum diresmikan sebagai museum pada 30 Maret 1974, dahulunya merupakan Gedung Balaikota (Stadhuis). Dengan gaya barok klasik, museum ini menyuguhkan arsitektur khas yang menambah suasana penjelajahan semakin lekat. Museum Fatahillah terdiri dari tiga lantai yang dilengkapi petunjuk mata angin di bagian puncaknya. Menyimpan 25.000 benda koleksi, menjadikan Museum Fatahillah salah satu pilihan untuk berwisata edukatif.

Tampak di bagian taman, beberapa meriam yang menambah kesan tangguhnya bangunan ini. Hanya mengeluarkan uang Rp2.000, Anda dapat menulusuri jejak sejarah Kota Jakarta, antara pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Dari pintu masuk, ruangan sebelah kiri adalah bagian yang menampilkan perkembangan Kota Jakarta dari masa ke masa. Lantainya terbuat dari kayu dengan langit-langit tinggi menjadi desain khas di masa kejayaannya.

Beranjak ke ruangan berikutnya, Anda akan diperlihatkan benda-benda peninggalan zaman prasejarah. Ada pula lukisan yang menggambarkan kehidupan di era tersebut. Puas melihat warisan era lama, beralihlah ke ruangan yang memamerkan situs pusaka dari masa Kerajaan Tarumanegara. Di ruangan ini terdapat prasasti serta miniatur Raja Kerajaan Tarumanegara. Sayang, tali pancang yang melindungi prasasti tersebut terjuntai sehingga mudah disentuh tangan-tangan pengunjung.

Dari ruangan tengah, terdapat tangga yang mengantar Anda ke taman bagian belakang. Anda akan dibuat terpukau oleh Patung Hermes yang bernilai artistik tinggi. Dari sana, Anda akan menemui Meriam Sijagur yang berada di antara kantor museum. Kembali ke bagian dalam museum, Anda memasuki ruangan yang bercerita sejarah pembangunan Museum Fatahillah. Papan informasi dibuat mengisi ruangan yang dilengkapi lampu sorot sehingga Anda dapat membacanya dengan jelas. Di ruangan berikutnya, Anda akan dibuat terkesima dengan miniatur mimbar Masjid Kampung Baru serta potret kebudayaan Betawi yang menjadi penutup penelusuran di lantai dasar.

Merangkak ke lantai dua, Anda ”diantar” tangga kayu berukuran besar yang kokoh. Di lantai ini, Anda akan melihat banyak furnitur khas era abad ke-17. Ruangan megah ini semakin anggun dengan lukisan yang menggambarkan pemerintahan kolonial Belanda. Berpindah ke ruangan sebelah kanan, Anda akan disambut cermin berukuran besar, juga ada meja makan besar bak cerita kerajaan. Lalu di ruangan lainnya, Anda akan menemukan banyak lemari besar dengan ukiran yang indah.

Koleksi yang tak boleh ketinggalan dilihat adalah lukisan Daendels dan penyekat ruangan yang berukir dewa-dewi dalam mitologi Yunani. Sementara, di sudut ruangan lainnya ada sebuah kamar lengkap dengan ranjang besar, ranjang bayi, dan lemari pakaian kala itu. Beranjak ke ruangan peralihan, Anda dapat berjalan ke depan dan melihat sekeliling Museum Fatahillah lewat jendela.

“Isinya bagus, dari sini bisa belajar soal sejarah Jakarta,” tutur Rahmania (19), salah seorang pengunjung, ketika ditemui Okezone di Museum Fatahillah, belum lama ini.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry
BACA JUGA »