Menyenangkan, Kenapa Sedikit Anak Muda Mau Jadi Tour Guide?

Selasa, 17 Juli 2012 - 18:48 wib
Wahyudi Siregar - Okezone
Pemandu wisata ujung tombak pariwisata daerah (Foto: deplu)
Pemandu wisata ujung tombak pariwisata daerah (Foto: deplu)

MEDAN - Profesi sebagai pemandu wisata mungkin tidak ada dalam daftar cita-cita anak muda. Padahal, pemandu wisata memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

Prospektifnya profesi pemandu wisata (tour guide) diakui oleh Aisyah, fungsionaris Himpunan Pemandu Wisata Indonesia (HPI) Sumut, yang juga menjadi pemandu wisata lepas di berbagai agen perjalanan di Medan. Dia mengatakan, seorang pemandu wisata bisa mendapatkan penghasilan rata-rata Rp3 juta per bulan sebagai honor profesionalnya. Penghasilan itu bisa bertambah jika banyak aktivitas pemanduan ke luar kota yang dilakukan.

“Per harinya kita dibayar minimal Rp200 ribu. Jadi, sebulan kita mengantongi minimal Rp3 juta. Itu masih untuk perjalanan dalam kota sedangkan untuk di daerah perkotaan akan ada penambahan lagi. Belum lagi bonus berupa tip yang diberikan wisatawan jika merasa menikmati perjalanannya. Nah ini jumlahnya yang beragam, ada yang sangat besar tergantung kepuasan si wisatawan lah,” katanya kepada Okezone di Medan, Sumatera Utara, Selasa (17/7/2012).

Dia juga mengakui bahwa pekerjaan sebagai pemandu sangat menyenangkan karena dapat bekerja sambil bersenang-senang. Pekerjaan ini juga tidak menuntut kriteria penampilan khusus. Namun, dia mengaku masalah sering datang dari kondisi infrastruktur, yang membuat para pemandu harus menahan kritikan pedas.

“Kerjanya kan jalan-jalan, jadi bisa sambil refreshing. Apalagi penampilan kita juga tidak harus spesifik ataupun formal. Meski penampilan kita akan sedikit ketinggalan, misalnya, asalkan kita bersih tentunya tak pernah menjadi masalah bagi wisatawan. Apalagi layanan kita hospitality, senang sekali mereka itu," ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah dinilai harus memfasilitasi dengan baik pelatihan kepariwisataan, khususnya bagi anak-anak muda di lokasi wisata. Sehingga nantinya, rencana pemerintah menggalakkan kepariwisataan dapat didukung dengan baik oleh ketersediaan pemandu yang berkualitas. Harapan lainnya dapat melahirkan tenaga kerja baru di daerah sebab pemandu wisata akan menjadi ujung tombak pelayanan kepariwisataan.

Kurangnya tenaga pemandu wisata ini berkaca dari kenyataan yang terjadi di Sumatera Utara. Hingga saat ini hanya terdata sekitar 195 orang yang telah berkomitmen menjalankan profesi tersebut.

“Kita sangat kekurangan pemandu. Berdasarkan data dari Himpunan Pemandi Wisata Indonesia (HPI), saat ini kita hanya memiliki 195 pemandu wisata yang aktif di seluruh lokasi wisata di Sumut. Itu pun sudah termasuk yang merupakan tenaga lepas," katanya Naruddin Dalimunthe, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara.

Dia menambahkan, dibutuhkan setidaknya 30-40 orang lagi untuk melayani para pelancong pada kondisi normal. Sementara, di musim liburan dibutuhkan 20 persen lebih banyak lagi dari jumlah tersebut karena biasanya lonjakan pengunjung bisa mencapai 50 persen.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry
  • johan - 0 Tanggapan
    Aku ingin jd tour guide, ak senang mempelajari ttg alam n budaya, gmna carany ya, supaya bisa ikut?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • santi - 0 Tanggapan
    aku mau dong jd tour guide..^^d aku suka keindahan budaya dan ekspresif, gimana caranya untuk bisa ikut?
    Beri Tanggapan Laporkan
BACA JUGA »