Kemenparekraf Bidik 180 Ribu Turis India

Jum'at, 20 Juli 2012 - 18:23 wib
Fitri Yulianti - Okezone
Ilust. (Foto: herizalalwi.blogspot)
Ilust. (Foto: herizalalwi.blogspot)

JAKARTA - Kegiatan "Sales Mission India 2012" diselenggarakan Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri Kemenparekraf ke tiga kota, yakni Benguluru, Ahmadebad, dan Kolkata. Kegiatan diharapkan memicu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari India, yang tahun ini ditargetkan 180 ribu wisman.

Kegiatan "Sales Mission India 2012", yang dipimpin Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri  Nia Niscaya, akan memfasilitasi 15 industri pariwisata dari Tanah Air. Rencananya, akan dilakukan pertemuan bisnis atau table top dengan para buyers pariwisata India di tiga kota yang disinggahi.

“Kita menargetkan 'Sales Mission India 2012' menghasilkan transaksi bisnis senilai Rp180 miliar atau meningkat 12,5 persen dari tahun lalu,” kata Nia Niscaya sebelum bertolak ke India, seperti rilis yang diterima Okezone, Jumat (20/7/2012).

"Sales Mission India 2012" berlangsung selama lima hari (23-27 Juli 2012), dimulai dari Kota Benguluru yang menurut rencana akan dibuka oleh Dubes RI di New Delhi, Andi M. Ghalib. Selain menggelar bisnis meeting atau table top, pada kesempatan itu Nia Niscaya akan mempresentasikan perkembangan pariwisata Indonesia terkini (Indonesian Tourism Update) dalam kemasan "Wonderful Indonesia".

Nia menyatakan, India merupakan salah satu fokus pasar pariwisata Indonesia yang berkembang pesat. Inilah alasan Menparekraf Mari Elka Pangestu menetapkannya sebagai main market, selain China dan Rusia. Untuk itu, kegiatan promosi seperti "Sales Mission India 2012", festival, fam trip, atau pameran (travel mart) semakin digencarkan dalam upaya menarik sebanyak mungkin kunjungan wisman dari pasar tersebut.

Kemenparekraf bersama KJRI Mumbai pada Januari lalu menggelar festival kesenian Indonesia di Gujarat dilanjutkan kegiatan pameran di TTF-Travel & Tourism Fair dan OTM-Outbound Travel Mart di Mumbai. “Kegiatan fam trip dengan mendatangkan 40 pengusaha dari beberapa kota India dipimpin langsung Dubes RI di New Delhi Andi Ghalib berkunjung ke Indonesia pada Juni lalu. Para pengusaha ini ada yang tertarik berinvestasi di sektor pariwisata, khususnya restoran India,” kata Jordi Paliama, Kasubdit Promosi Pariwisata Wilayah Asia.

India dengan jumlah penduduk 1,2 miliar mempunyai 500 juta masyarakat kelas menengah atas dengan daya beli tinggi. Pada 2010, masyarakat India yang melalang buana atau outbound  sebanyak 11,07 juta atau mengalami kenaikan 1,8 persen per tahun.

“Kegiatan 'Sales Mission India 2012' ini untuk menarik wisman India yang akan melakukan liburan pada Juni dan Juli serta liburan akhir tahun yang mencakup kota-kota di wilayah utara serta selatan India yang merupakan salah satu outbound potensial di India,” kata Titik Wahyuni, Kasie Promosi Pariwisata Wilayah Asia Selatan dan Barat.

Kelima belas industri pariwisata yang ikut dalam "Sales Mission India 2012", yakni MG Holiday Travel (Jakarta), Melia Bali Hotel (Bali), PT. Tri Uma Wisata Bali (Bali), U & I Travel (Bali), L & H Travel (Bali), Sunlike Group of Hotel (Jakarta), Asia World Indonesia/PT Buaya Travel Indonesia (Bali), PT Ginar Tour (Jakarta), BJC Tours & Travel  (Bali), serta chains hotel internasional Niwarna Gardens, Hyatt Hotels, Oberoi Group of Hotels, Accor Group of Hotels, Marriott Hotels, dan Starwood Hotels.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry