Seru! Menonton Cendrawasih Menari di Desa Sawing Rai

Minggu, 22 Juli 2012 - 17:04 wib
Fitri Yulianti - Okezone
Aktivitas memberi makan ikan di Desa Sawing Rai, Raja Ampat (Foto: Fitri/Okezone)
Aktivitas memberi makan ikan di Desa Sawing Rai, Raja Ampat (Foto: Fitri/Okezone)

BILA ingin benar-benar merasakan kehidupan di tempat wisata yang Anda datangi, menginaplah di rumah penduduk. Banyak obrolan menarik, kuliner, hingga kebiasaan yang bisa Anda ketahui.

Hotel atau penginapan memang menyediakan kenyamanan selama perjalanan wisata. Namun, berwisata juga harus menyisakan cerita menarik di destinasi yang Anda pilih. Nah, bila ingin cerita perjalanan wisata lebih berwarna, tinggal saja di rumah penduduk alias homestay. Pertimbangan lain biasanya adalah harga sewa yang lebih murah.

Homestay tersedia di banyak lokasi wisata di Indonesia, tapi di Raja Ampat, Papua Barat, homestay adalah kelaziman. Maklum, di daerah yang terletak di kepala burung Papua ini, sarana pengingapan kebanyakan adalah resor yang harganya rata-rata di atas Rp1 juta per orang per malam. Salah satu yang menyediakan homestay adalah Desa Sawing Rai.

Di sini, sewa homestay Rp500 ribu per orang per malam, sudah termasuk makan tiga kali sehari. Ada lima kamar yang bisa Anda pilih dengan single bed. Ada pula beberapa kursi tamu dari rotan lengkap dengan mejanya. Uniknya, homestay ini dibangun di atas laut dekat dermaga. Jadi saat melongok ke luar jendela, pemandangan laut lepas dan ikan yang berenang kian kemari akan menjadi milik Anda.

Lantas, apa yang bisa Anda lakukan di Desa Sawing Rai, yang terletak di Kepulauan Gam, Raja Ampat, ini? Banyak! Sebab, harga sewa homestay Rp500 ribu itu sudah termasuk memberi makan ikan, snorkeling, dan menonton atraksi cendrawasih.

Atraksi cendrawasih menari

Yang khas dan menjadi andalan Desa Sawing Rai dalam menjamu tamunya adalah atraksi melihat cendrawasih menari. Namun sebelum menikmati atraksi maskot Papua ini, Anda harus mendakit Bukit Manjai Sawing Rai sekira 30 menit. Ada rumah-rumah kayu yang telah disediakan untuk Anda untuk menonton atraksi.

Atraksi cendrawasih menari sebenarnya ritual kawin burung cendrawasih. Pejantan akan berkumpul untuk bersaing memerlihatkan bulu-bulunya yang cantik demi menarik perhatian betina.

“Atraksi ini hanya bisa dilihat pada pukul 07.00-09.00 dan 16.00-17.00,” kata Loius Dimara, Kepala Desa Sawinggrai, ketika ditemui di Desa Sawing Rai, Raja Ampat, Papua Barat, baru-baru ini.

Ada empat jenis cendrawasih yang bisa dilihat atraksinya, yakni cendrawasih merah yang menjadi maskot Desa Sawing Rai, cendrawasih besar, cendrawasih kecil, dan cendrawasih belah rotan.

Memberi makan ikan

Bersenang-senang di Desa Sawing Rai belum selesai. Nikmat pula atraksi memberi makan ikan, yang berkoloni dengan bebasnya di dekat homestay Anda. Celupkan sedikit saja tangan yang telah memegang roti lembut, tak lama ikan-ikan kecil akan mengerubungi. Sensasi awalnya cukup geli, tapi setelahnya, Anda akan mampu menikmati keriangan ikan-ikan ini. Mirip fish spa, tapi ini yang dikelitiki adalah jari-jemari. Atau Anda mau mencoba fish spa di sini?

Jangan lewatkan air laut yang jernih di Desa Sawing Rai untuk mengaguminya keindahan di bawahnya lewat snorkeling. Ada peralatan yang sudah disediakan untuk Anda. Nikmati pemandangan bawah laut, dengan beragam jenis koral, terumbu karang, dan binatang laut yang indah dan beragam.

Atraksi budaya

Setelah puas menikmati keindahan alam desa berpenduduk 40 KK ini, tiba saat Anda akan dibuat tersenyum melihat keragaman budayanya, seperti saat Okezone dan tim Adira Beauty X-Pedition Jelalah Nusantara berkesempatan datang. Kami disambut oleh tari makaker.

Menurut Loius, tari makaker merupakan tarian sambutan untuk menghormati para tamu. Anak-anak, wanita, dan pria bersama-sama menarikan makaker menyambut tamu yang dianggap penting. Barisan anak laki-laki berada di depan seraya membawa panah yang diayun-ayunkan sambil bergerak maju seolah membuka jalan untuk barisan wanita yang membawa cawan keramik di belakangnya. Barisan paling belakang adalah para pria yang memainkan alat musik sambil bernyanyi.

Kuliner khas

Karena berada di Tanah Papua, maka kapan lagi bisa menikmati santapan berbahan sagu dan seafood? Eits, jangan keburu menilai biasa saja seafood di sini sebab rasanya dijamin jauh dari merkuri, seperti biasa menjadi kontaminan seafood “kota”. Tak ada aroma amis, baunya cenderung segar.

Ketika datang, kami disuguhi sagu kering, ikan kuah kuning, dan ikan tongkol bakar. “Sebenarnya bisa saja tamu makan nasi, tergantung kemauan mereka,” ujar Loius.

Bagaimana menuju ke Desai Sawing Rai?

Untuk mencapai Desa Sawing Rai, perjalanan bisa dimulai dari Pelabuhan Usaha Mina, Sorong. Lama perjalanan dengan speed boat sekira enam jam. Alternatif lainnya, Anda bisa menempuh perjalanan dari Waisai, Ibu Kota Raja Ampat, sekira 2-4 jam, tergantung jenis kapal yang ditumpangi. Pertimbangan yang sama juga menentukan biaya perjalanan Anda.

"Kalau numpang perahu masyarakat, Rp100 ribu, kalau sewa kapal cepat Rp500 ribu," tutup Loius.

So, akankah Desa Sawing Rai, Raja Ampat, menjadi destinasi liburan Anda berikutnya? Nikmati keindahan desa ini dalam galeri foto Travel Okezone.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry