Tenang tapi ambisius, hal tersebut mungkin bisa menggambarkan kondisi Kota Matsu di Taiwan. Kota ini diharapkan dapat menjadi pusat judi di Taiwan.
Penduduk Kota Matsu, yang berada di sebuah pulau lepas pantai Taiwan, memilih untuk membangun kasino di wilayah mereka. Hal ini dilakukan untuk menarik wisatawan yang biasanya berjudi di Makau.
Untuk membangun kasino ini, pemerintah setempat sebelumnya melakukan voting. Hasilnya, 1.795 pemilih mengatakan setuju sementara hanya 1.341 saja yang tidak setuju. Dengan ini, hampir 40 persen penduduk Matsu setuju kasino dibangun di kota ini, demikian seperti dikutip dari CNNGo, Minggu (29/7/2012).
Kota Matsu dulunya dihuni banyak tentara, yang mempertahankannya agar tidak diserang China. Namun kini, dari 50.000 tentara yang dulu mendiami Matsu hanya tersisa 3.000 saja yang menjaganya.
Pusat judi Asia, Makau menjadi tolak ukur Matsu dalam membangun wisata kasino. Penduduk kota ini berharap, adanya pemasukan dari kasino dapat membantu perekonomian mereka.
Matsu sejak dulu menjadi destinasi wisata domestik, karena pulau-pulaunya yang masih sepi dan tak berpenghuni. Kini, mereka mencoba untuk berkembang melalui wisata kasino, meski menghadapi masalah yang mendasar untuk membangunnya.
Hingga saat ini, hukum Taiwan masih menganggap judi sebagai hal yang ilegal. Meski sudah ada amandemen undang-undang, pelegalan judi di Taiwan setidaknya baru dapat dilakukan lima tahun lagi.(uky)
Sabtu, 18 Mei 2013 18:16 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 14:07 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 11:34 WIB