Suku Tengger Larung Sedekah Bumi ke Kawah Bromo

Sabtu, 4 Agustus 2012 - 12:37 wib
Arie Yoenianto - Koran SI
Sedekah bumi dibawa ke kawah Gunung Bromo (Foto: kmk312ratna.wordpress)
Sedekah bumi dibawa ke kawah Gunung Bromo (Foto: kmk312ratna.wordpress)

PROBOLINGGO - Ribuan warga suku Tengger yang bermukim di Brang Kulon dan Brang Wetan di lereng Gunung Bromo menggelar upacara adat Yadnya Kasada di Pura Agung Poten. Ritual adat perayaan Yadnya Kasada ini ditutup dengan melarung sedekah bumi ke salah satu pusaran bumi, kawah Gunung Bromo.

Suku Tengger yang bermukim di empat kabupaten yang mengelilingi Gunung Bromo memulai ritual adat ini sejak Selasa lalu dengan melakukan mendak tirta (mengambil air suci) di sejumlah mata air dikawasan Gunung Bromo.

Warga suku Tengger yang tinggal di Brang Kulon, yakni di Pasuruan dan Malang, mendak tirta di Gunung Widodaren, sedangkan warga Brang Wetan melakukan mendak tirta di Ranupane (Lumajang) dan air terjun Madakaripura (Probolinggo). Air suci dari berbagai sumber mata air tersebut dipergunakan untuk keperluan ritual di Pura Agung Poten yang berada di lautan pasir (kaldera) Gunung Bromo.

Romo Dukun Supayadi mengungkapkan, perayaan Yadnya Kasada ini merupakan ritual adat Suku Tengger yang diperingati pada hari ke-15 bulan purnama di bulan Kasada. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur, warga Tengger menggelar ritual sesembahan berupa sesaji hasil bumi dan ternak yang dilarung di kawah Gunung Bromo.

"Larung sesaji berupa hasil bumi, palawija, dan ternak ini adalah bentuk rasa syukur warga Tengger kepada Tuhan. Sesaji yang telah diberikan mantra ini kemudian dilarung di kawah Gunung Bromo," kata Romo Dukun Supayadi, Sabtu (4/8/2012).

Menurut dukun adat dari Desa Wonokitri, Tosari Kabupaten Pasuruan tersebut, rangkaian Yadna Kasada dirayakan dimasing-masing daerah pemukiman warga Tengger. Di antaranya dengan menggelar berbagai kesenian tradisional tayuban, reog serta resepsi dan pesta penyambutan tamu pada Jumat malam. Di Brang Kulon, pesta penyambutan tamu digelar di Pendapa Agung Wonokitri, Tosari Pasuruan, sedangkan di Brang Wetan dilakukan di Pendapa Cemorolawang, Sukapura, Probolinggo.

Menjelang tengah malam, warga suku tengger dari berbagai empat wilayah turun ke lautan pasir (kaldera) untuk melaksanakan puncak ritual upacara Yadnya Kasada di Pura Agung Poten. Berbagai sesembahan berupa hasil bumi dan ternak yang dibawa warga dimintakan mantra-mantra kepada pemimpin adat Suku Tengger. Usai ritual adat, Sabtu dini hari, warga berbondong-bondong menuju puncak untuk melarung sesaji di kawah Gunung Bromo.

Ritual adat perayaan Yadnya Kasada ini merupakan momen yang paling ditunggu para wisatawan Nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung ke Gunung Bromo. Pada tiga kali perayaan Yadnya Kasada atau sejak 2010, selalu bersamaan dengan bulan Ramadan. Sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada jumlah wisatawan. Namun pada tahun 2013 mendatang, perayaan Yadnya Kasada tidak lagi berbarengan dengan bulan Ramadan.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry