Suka Sejarah & Arsitektur Kuno? Jadi Sahabat Museum Saja!

Senin, 6 Agustus 2012 - 19:23 wib
Duwi Setiya Ariyanti - Okezone
Peserta
Peserta "Plesiran Tempo Doeloe" yang diadakan beberapa hari lalu (Foto: Duwi/Okezone)

BAGI Anda yang suka mengunjungi tempat bersejarah sambil mengenal sejarah dan menikmati arsitektur khasnya, silakan bergembira. Komunitas Sahabat Museum menjadi wadah tepat untuk Anda meluapkan kecintaan terhadap tempat bersejarah.

Awalnya, Ade Purnama atau akrab disapa Adep, membentuk komunitas Sahabat Museum sebagai bukti cintanya terhadap sejarah. Adep kemudian menghimpun orang-orang yang hobi berwisata ke museum hingga muncullah nama Sahabat Museum.

“Saya memang doyan sejarah dan ingin memberikan wadah terutama generasi muda agar bisa mengenal sejarah negerinya,” tuturnya saat Okezone mengikuti kegiatan "Plesiran Tempo Doeloe" di Gedung Joeang 45, Jakarta, belum lama ini.

Menjamurnya tempat wisata modern yang menyuguhkan berbagai rekreasi menarik tak menyurutkan niatnya untuk terus mengeksplorasi tempat bersejarah yang ada di Indonesia. Menurutnya, masyarakat Indonesia membutuhkan hiburan lain, dan wisata ke museum bisa dijadikan variasi liburan.

Kegiatan yang dilakukan komunitas ini, meliputi perjalanan mengunjungi tempat bersejarah. "Tempat bersejarahnya tidak hanya berhubungan kemerdekaan atau pahlawan, tapi juga sejarah VOC, Kesultanan Yogya, Kesultanan Cirebon, atau Kesultanan Kalimantan, benteng di Bengkulu, Maluku, Jawa, dan tempat lainnya,” paparnya.

Komunitas yang terbentuk sejak 31 Agustus 2002 ini dapat menjaring 5.000 orang yang kini menjadi anggotanya. Jumlahnya sendiri tak dapat diketahui secara pasti karena komunitas ini terhubung melalui grup milis di dunia maya. Namun, antusiasme pencinta wisata sejarah tetap tinggi. Dari pengalaman berwisata sejarah ke berbagai tempat, Adep mencatat, partisipasi terbanyak saat acara di Istana Merdeka.

“Ada sekitar 5.000an karena kenggotaannya bersifat cair. Pesarta yang paling banyak itu di Istana Merdeka. Ketika itu, kami menceritakan hotel bersejarah di sana di hadapan 1.000 orang,” jelasnya.

Komunitas Sahabat Museum tidak menjadikan usia sebagai batasan sebab anggotanya ada berusia 30, 40, hingga 50 tahun. Biasanya, mereka turut mengajak anaknya ketika mengunjungi museum atau tempat bersejarah lainnya. Seperti di acara "Plesiran Tempo Doeloe" ini, yang membawa sekira 30 peserta, terlihat pula kaum muda berusia 20an dan orangtua yang mengajak serta anaknya. Salah satunya Ale, pria asal Bandung yang sengaja mengikuti rangkaian acara "Plesiran Tempo Doeloe".

“Ini bukan yang pertama kali. Waktu sebelumnya ke Sukamiskin, saya juga ikut,” katanya.

Segala cerita ini akan kian nyata jika Anda langsung membuktikannya dengan berpartisipasi dalam kegiatan Komunitas Sahabat Museum. Atau mungkin Anda ingin menjadi salah satu anggotanya? Selamat bertualang di kekayaan sejarah Indonesia!

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry