Napak Tilas di Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Jum'at, 17 Agustus 2012 - 15:31 wib
Duwi Setiya Ariyanti - Okezone
Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Foto: Duwi/Okezone)
Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Foto: Duwi/Okezone)

MUSEUM Perumusan Naskah Proklamasi menjadi bukti perjuangan para perintis bangsa Indonesia. Rumah Laksamana MudaTadashi Maeda ini menyimpan memori saat suasana tegang jelang kemerdekaan diproklamirkan.

Bergaya Art Deco, museum ini membeberkan sejarah saat para tokoh yang menjadi pilar bangsa merumuskan naskah proklamasi. Sebelum tiba di rumah Laksamana Maeda, Soekarno dan Hatta diculik para pejuang golongan muda. Mereka menginginkan Indonesia segera merdeka. Berita kekalahan Jepang sudah terdengar dengan bom atom yang dijatuhkan di kedua kota di Jepang; Nagasaki dan Hiroshima. Jepang sudah menyerah kepada sekutu pada 15 Agustus 1945.

“Golongan muda selalu update berita. Yang pertama kali mendengar berita kekalahan jepang adalah Syahrir. Yang pertama menemui Soekarno juga Syahrir,” papar sejarawan Ery Sandra Amelia Moeis, saat menjelaskan sejarah Kemerdekaan Indonesia pada acara “Plesiran Tempo Doeloe” di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, baru-baru ini.

Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok. Di sana, para pejuang golongan muda meyakinkan mereka bahwa Jepang telah kalah. Tapi mereka tak percaya, karena belum mendengarnya sendiri. Selain itu, mereka juga mengingat janji Jepang untuk memberi kemerdekaan.

“Sampai di Rengasdengklok pun Soekarno tidak percaya kalau Jepang sudah kalah. Ia berulang kali bertanya, apa benar Jepang sudah kalah? Karena dia belum mendengarnya langsung dan memang dia tunduk pada Jepang,” tambahnya.

Para pejuang golongan muda ingin menjadikan kemerdekaan Indonesia bukan pemberian dari Jepang, tapi murni perjuangan rakyat Indonesia. Berbeda dengan golongan muda, Soekarno merasa kemerdekaan butuh persiapan matang. Dia tak mau rakyat jadi korbannya.

“Para pemuda dan Soekarno menginginkan Indonesia mendapat kemerdekaannya sendiri, bukan hadiah dari Jepang. Tapi menurut Soekarno, kemerdekaan harus dipersiapkan dengan matang,. Jika tidak, nanti akan mengorbankan rakyat,” lanjutnya.

Sementara menurut Hatta, peristiwa penculikan itu membuat persiapan kemerdekaan menjadi mundur. Sebab seharusnya, masih ada rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) lagi agar kemerdekaan kian siap.

“Menurut Hatta, penculikan itu membuat proses persiapan kemerdekaan menjadi mundur. Harusnya ada rapat BPUPKI malah jadi mundur. Menurut Hatta, ini benar-benar merupakan kemunduran,” jelasnya.

Setelah itu, mereka segera menanyakan kebenaran berita kekalahan Jepang. Mereka mendatangi rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda. Laksamana Tadashi Maeda menjadi tokoh penolong bagi Indonesia. Dia tidak seperti petinggi Jepang lain yang haus kekuasaan. Laksamana Tadashi Maeda berasal dari Angkatan Laut Jepang dan mau membantu Indonesia untuk segera merdeka.

“Dia berbeda, Laksamana Maeda cerdas dan berpikiran jauh ke depan,” jelasnya.

Di Museum Perumusan Naskah Proklamasi ada pula gambar saat Laksamana Maeda menerima kedatangan para pejuang Indonesia. Setelah menerima kedatangan mereka, Laksamana Maeda pindah ke kamarnya karena dia tidak mau mencampuri urusan mereka. Sekitar 29 orang hadir dalam momen bersejarah itu.

Sementara Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebarjo merumuskan naskah, golongan muda berjaga-jaga di depan. Mereka tak mau proklamasi ditunda.

“Di depan para pemuda berjaga karena mereka tak ingin proklamasi ditunda lagi,” ungkapnya.

Perumusan naskah proklamasi dilakukan di ruang tengah dengan meja melingkar. Terlihat dengan patung Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebarjo yang sedang berdiskusi. Soekarno menuliskan naskah proklamasi, dicarikanlah kertas. Sementara, Hatta dan Ahmad Soebarjo menyumbangkan ide secara lisan.

Setelah naskah selesai, Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskahnya. Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi di ruangan bawah tangga ditemani B.M. Diah. Tadinya, Sayuti Melik akan menggunakan mesin tik milik Laksamana Maeda, namun tak jadi karena menggunakan huruf kanji. Akhirnya, mesin tik diperoleh dari Konsulat Jerman.

Dalam proses pengetikan naskah, ada beberapa perubahan. Yaitu, kata ‘tempoh’ menjadi ‘tempo’, kata ‘wakil-wakil bangsa Indonesia’ menjadi ‘atas nama bangsa Indonesia’, juga penulisan hari, bulan, serta tanggalnya. Kemudian, naskah yang telah diketik, dibubuhkan tanda tangan. Soekarno menyarankan agar semua tokoh yang hadir dapat membubuhkan tanda tangannya. Namun, karena dikhawatirkan ada kaki-tangan Jepang, diputuskan hanya Soekarno dan  Hatta yang menandatangani naskah proklamasi.

Naskah proklamasi ditandatangani Soekarno dan Hatta di atas piano milik Laksamana Maeda. Usai prosesi penandatanganan pukul 06.00 WIB, para pejuang kembali ke rumahnya masing-masing.

“Selesai jam 06.00, mereka pulang ke rumah masing masing,” ucapnya.

Momen yang bertepatan dengan bulan Ramadan itu menjadi bulan suci untuk Indonesia mencapai kemerdekaan yang telah lama dirindukan. Atmosfer itulah yang hadir di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, yang membawa Anda kembali ke momen yang terjadi jelang kemerdekaan.

Ruangan yang lengkap dengan segala hal yang ada ketika itu, membuat Anda dapat merasakan suasananya. Piano, lampu temaram, hingga sofa gaya lama tetap ada di museum ini.

Menurut Sony, salah seorang pengunjung, keadaan museum ini sudah bersih dan bagus. Namun, dia meminta agar video ketika proklamasi diperbanyak karena selama ini dia hanya mengetahuinya lewat buku pelajaran.

"Bagus dan bersih, diperbanyak video saat momen proklamasi karena kita tidak pernah melihatnya. Hanya lewat buku-buku pelajaran saja," usulnya.

Anda dapat ikut menyelami napak tilas diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia dengan tiket seharga Rp2.000. Waktu kunjungan museum yang terletak di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat, ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB pada Selasa sampai Kamis. Sementara untuk Jumat pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB dilanjutkan kembali pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB. Lalu pukul 08.30 WIB sampai pukul 17.00 WIB pada Sabtu dan Minggu.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry