Berwisata ke Bonjol, Kota yang Dilintasi Khatulistiwa

Senin, 3 September 2012 - 16:49 wib | Adhia Azkapradhani - Okezone

Berwisata ke Bonjol, Kota yang Dilintasi Khatulistiwa Tugu Khatulistiwa Bonjol, tanda kota Bonjol dilewati khatulistiwa (Foto: skyscrapercity) "YOU Are Crossing The Equator" merupakan kalimat yang tertulis di atas sebuah lapangan beraspal. Tulisan tersebut menggambarkan bahwa kota ini dilewati garis khatulistiwa.

Oops, tunggu dulu...ini bukan Kota Pontianak yang selama ini terkenal sebagai kota yang dilewati garis khatulistiwa. Ini adalah sebuah kecamatan bernama Bonjol. Sebuah daerah di Sumatra Barat yang merupakan tempat kelahiran salah seorang pahlawan Indonesia, yaitu Tuanku Imam Bonjol.

Terletak di Kabupaten Pasaman, Bonjol berbatasan dengan Kabupaten Agam di selatan dan Kecamatan Lubuk Sikaping di utara. Bonjol menjadi salah satu daerah yang dilewati oleh garis khatulistiwa selain Pontianak.

Sesampainya di Bonjol, Anda akan disambut dengan sebuah gerbang bertuliskan “Anda melintasi Khatulistiwa”. Tidak seperti Tugu Khatulistiwa di Pontianak, Tugu Equator di Bonjol berbentuk bangunan bulat besar berwana biru muda yang menyerupai bola dunia. Selain itu, terdapat pula Taman Wisata Equator untuk menandakan bahwa daerah tersebut dilewati garis khatulistiwa. Di dalam Taman Wisata Equator terdapat miniatur bola dunia lengkap dengan tulisan “EQUATOR” yang disangga oleh tiga buah tiang. Penanda lainnya adalah Museum Tuanku Imam Bonjol. Kedua tempat ini bisa menjadi tujuan wisata jika Anda berkunjung ke daerah Bonjol.

Saat yang tepat untuk berwisata ke Bonjol adalah ketika matahari benar-benar berada di titik nol derajat. Titik kulminasi ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada 21-23 Maret dan 21-23 September. Dan jika datang tepat pada pukul 12.00 WIB, Anda akan mendapati bayang-bayang tubuh hilang dari permukaan tanah.

Museum Tuanku Imam Bonjol

Museum Tuanku Imam Bonjol berbentuk sebuah rumah khas Minangkabau yang indah. Museum ini terdiri dari dua buah lantai. Untuk mengelilingi museum ini, Anda harus membeli tiket masuk.

Di pintu masuk museum, Anda dapat melihat patung Tuanku Imam Bonjol yang sedang menunggang kuda dengan posisi kaki kiri kuda mengangkat ke atas. Memasuki museum, di lantai satu terdapat perpustakaan. Jika melihat sekeliling ruangan, Anda akan melihat relief perlawanan Tuanku Imam Bonjol dalam peperangan. Selain itu di lantai satu, Anda pun dapat melihat pakaian adat khas Minangkabau, pakaian zaman Belanda, dan kain songket yang dipamerkan melalui lemari kaca sederhana.

Beranjak ke lantai dua, Anda dapat melihat koleksi benda-benda sejarah yang lebih beragam. Benda-benda tersebut terdiri dari lukisan, senjata, bahkan peralatan dapur. Lukisan-lukisan yang dipamerkan sebagian besar tidak memiliki keterangan yang ditulis secara lengkap. Namun, dari gambarnya dapat terlihat jelas bahwa tulisan-tulisan tersebut menggambarkan suasana ketika peperangan.

Senjata yang dipamerkan pun beragam, dari yang sederhana seperti ketapel hingga miniatur meriam yang digunakan oleh Tuanku Imam Bonjol di  masa perang. Di museum ini hanya ada miniaturnya sedangkan meriam asli terdapat di Pasar Bonjol.

Alat-alat dapur yang terdapat di museum ini merupakan peralatan yang digunakan di dapur umum ketika peperangan. Hal ini digambarkan pula dalam salah satu lukisan yang dipamerkan di museum ini. Dalam lukisan itu terlihat para wanita sedang sibuk melakukan kegiatan di dapur.

Cara mencapai Bonjol

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menuju Bonjol. Perjalanan dapat ditempuh menggunakan sepeda motor atau mobil. Rute yang dipilih pun beragam. Jika memulai perjalanan dari Bukittinggi, maka rute yang ditempuh dapat melewati Matur-Palembayan hingga Panti yang dapat ditempuh sejauh 360 Km. Perjalanan panjang melewati jalan berkelok-kelok dengan pemandangan yang indah, di perjalanan Anda pun akan melewati hutan tropis dengan wangi yang khas dan menyegarkan.

Tips selama berwisata ke Bonjol

Jika Anda termasuk orang yang sering terkena mabuk darat, ada baiknya terlebih dahulu meminum obat anti mabuk. Pasalnya, perjalanan yang ditempuh cukup panjang dan berkelok-kelok. Jangan lupa gunakan tabir surya dan membawa topi sebelum ke Bonjol. Bonjol merupakan daerah tropis sehingga sinar matahari terasa begitu menyengat. (ftr)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »