Hanoi, Bukan Wajah Asia Sebenarnya

Sabtu, 8 September 2012 - 13:57 wib
Mutya Hanifah - Okezone
Hanoi, Vietnam (Foto: trulyvietnam)
Hanoi, Vietnam (Foto: trulyvietnam)

SAAT berwisata menjelajahi wilayah Asia Tenggara, Anda akan mendapati bagaimana negara-negara ini tampak hampir serupa, baik wajah penduduk, tata kota, maupun budaya. Namun, tidak demikian dengan Hanoi.

Ibu Kota Vietnam ini sedikit berbeda dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kebudayaannya merupakan campuran dari Prancis dan China, namun tetap dengan 'rasa' khas Vietnam. Apa lagi yang sebenarnya membuat Hanoi berbeda?

Lalu lintas padat, tapi tertib

Lalu lintas di Hanoi berbeda daripada yang lain. Seperti bungee jumping, Anda harus percaya ketika instruktur mengatakan "lompat saja, Anda akan baik-baik saja", meskipun di saat bersamaan insting Anda mengatakan untuk tidak meloncat.

Lalu lintas di Hanoi terlihat padat, ramai, dan ruwet, namun anehnya bila dilihat lebih jelas, sangat terorganisir. Menyeberang jalanan di Hanoi mungkin tampak sulit, tapi percayalah, warganya sudah sangat terbiasa dengan hal itu, seperti dilansir CNNGo, Sabtu (8/9/2012).

Bir supersegar


Hanoi terkenal dengan birnya yang tidak dipasteurisasi, dan dibuat harian, bernama Bir Bia Hoi. Bir ini keluaran Pabrik Habeco, dan difermentasi setiap hari. Rasanya? Tergantung. Semakin mahal, rasa birnya semakin sedap. Bir ini dapat ditemui di setiap sudut Kota Hanoi.

Hanoi punya mumi sendiri


Hanoi mungkin adalah satu-satunya kota di Asia Tenggara yang memiliki mumi. Mumi ini adalah mayat dari bekas pemimpin Hanoi, Ho Chi Min, yang kini diawetkan dan ditempatkan di mausoleum sebagai persemayaman terakhirnya.

Mausoleum setiap tahunnya dikunjungi ribuan peziarah. Mereka memandang Ho Chi Min tidak hanya sebagai diktator, tapi juga perebut kebebasan Vietnam dari cengkeraman barat.

Kuliner ala Paris, tapi dengan citarasa Asia


Di Hanoi, Anda dapat menemukan banyak bangunan bergaya Prancis karena kota ini dulu pernah dijajah bangsa Prancis. Namun, bukan itu saja yang ditinggalkan Prancis di Hanoi.

Peninggalan Prancis yang terbaik di kota ini adalah kulinernya, yang dipadu dengan rasa khas Vietnam. Bayangkan, roti baguette, roti khas Prancis dimakan bersama pate Vietnam dan sayuran, kemudian dicampur dengan olahan mi. Hmmm..sedap!


mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry
  • groban77 - 0 Tanggapan
    Gimana sih ini berita! Negara ASEAN yg punya mumi jg ya Indonesia lah!!! Mumi raja suku dani asmat papua, mumi raja b***k toba, mumi raja di toraja, mumi dayak di kalimantan.. Makanya klo bikin berita, jgn asbun dong..
    Beri Tanggapan Laporkan