BANYAK yang memperkirakan bahwa pariwisata pantai di Mesir akan terpengaruh oleh pemilihan presiden yang baru saja dilakukan akhir-akhir ini. Menanggapi hal tersebut, pemerintahan Mesir mengeluarkan pernyataan bahwa keberhasilan Ikhwanul Muslimin dalam pemilihan Presiden Mesir tahun ini tidak akan mempengaruhi wisata pantai.
Hisham Zaazou, seorang menteri pariwisata negara Mesir mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan resort yang didirikan di Laut Merah, seperti Sharm el-Sheikh.
“Ini (pariwisata pantai) tidak akan berubah, tidak ada yang akan mempengaruhi wisata pantai. Kami sedang membangun bahkan meningkatkan kapasitas dan layanan yang diberikan untuk wisatawan yang datang ke pantai,” ujarnya kepada Reuteurs seperti dilansir dari Telegraph (19/09/12).
Zaazou yang baru saja diangkat menjadi menteri pariwisata pada bulan lalu ini pun mengatakan pemerintah menyadari bahwa pantai merupakan penyumbang aset pariwisata yaitu sebanyak 70%.
“Jika ada investasi dalam jenis khusus untuk wisata pantai baik itu yang berasal dari investor Arab ataupun investor Islam, kami akan megutamakan dan mempertimbangkannya terutama untuk meningkatkan pariwisata pantai saat ini,” ujar Zaazou melanjutkan.
Sebanyak 10 persen dari pendapatan perekonomian Mesir merupakan hasil dari kegiatan pariwisata. Hal tersebut merupakan jumlah sebelum terjadinya kerusuhan yang menyebabkan Hosni Mubarak lengser. Setelah terjadinya kerusuhan tersebut, terjadi penurunan jumlah yang begitu tajam dari pendapatan sektor pariwisata.
Zaazaou mengatakan Mesir berharap akan menyambut 15 juta pengunjung pada tahun 2013. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sama ketika tahun 2010. Untuk tahun ini, pemerintah Mesir menargetkan wisatawan sebanyak 12 juta jiwa. Namun target tersebut bisa jadi tidak dapat tercapai karena terpengaruh aksi demonstrasi di jalanan sebagai reaksi terhadap sebuah film yang dianggap menghina Nabi Muhammad.
Rabu, 22 Mei 2013 21:05 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 19:20 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 18:16 WIB