Saksi PD II, Morotai Kini Andalkan Wisata Sejarah

Sabtu, 22 September 2012 - 10:10 wib
Mutya Hanifah - Okezone
Desa Juanga, Pulau Morotai (Foto: Mutya/Okezone)
Desa Juanga, Pulau Morotai (Foto: Mutya/Okezone)

INDONESIA terbilang strategis karena terletak di antara Benua Asia dan Australia serta Samudera Pasifik dan Hindia. Inilah yang menjadikan negara ini saksi sejarah pertempuran pada masa lalu.

Salah satu tempat di Indonesia yang mejadi saksi peperangan adalah Pulau Morotai di Provinsi Maluku Utara. Pada masa Perang Dunia II, Pulau Morotai pernah menjadi lokasi pertempuran sengit antara tentara sekutu dan Jepang.

Pulau Morotai berada di sebelah utara Pulau Halmahera, Maluku Utara. Pulau ini adalah salah satu pulau terluar Indonesia dan berbatasan dengan Filipina. Pulau Morotai memiliki luas sekira 1.800 kilometer persegi dan dihuni 53.000 jiwa.

Karena letaknya yang berada hampir di perbatasan Indonesia dengan Filipina dan jarak yang sangat jauh harus ditempuh untuk mencapainya dari Ternate, banyak yang mengira Pulau Morotai hanyalah pulau kecil tak berpenghuni. Kenyataannya, pulau ini lebih besar dari yang mungkin Anda kira.

Di Pulau Morotai sudah ada pelabuhan besar, bernama Pelabuhan Daruba. Memang, kapal-kapal besar belum dapat bersandar di pulau ini, namun kondisi pelabuhan tersebut sudah sangat baik.

Di Pulau Morotai juga telah dibangun infrastruktur yang baik dan jalan-jalan raya besar. Memang, sebagian besar infrastruktur ini dibangun untuk menyambut Sail Morotai 2012 yang telah usai beberapa pekan lalu. Namun tak dapat disangkal, pembangunan ini banyak membantu warga Morotai.

Saat ini, di Morotai terdapat satu hotel berbintang tiga, Pacific Inn, yang dapat menjadi akomodasi wisatawan untuk menginap. Bila hotel tersebut sudah penuh, di Morotai juga sudah ada area-area rumah penduduk yang dijadikan homestay untuk sarana akomodasi.

Wisata peninggalan perang

Sebagai tempat terjadinya pertempuran Perang Dunia II, atraksi wisata Morotai didominasi oleh sisa-sisa perang dan pertempuran. Misalnya, bangkai-bangkai kapal dan pesawat yang ada di dasar laut dan menjadi spot diving, museum mini peninggalan perang, pantai Army's Dock yang menjadi lokasi pendaratan sekutu, goa persembunyian Jenderal MacArthur, Monumen Trikora, dan masih banyak lagi.

Dengan semua tempat-tempat bersejarah tersebut, berada di Morotai akan membawa Anda bagaikan dalam suasana Perang Dunia II. Anda dapat membayangkan gempuran pesawat dan tembakan dari sekutu yang mencoba mengambil alih pulau ini dari Jepang pada 1944.
Wisata pantai dan kulinernya

Di sekitar Pulau Morotai terdapat beberapa pulau cantik yang bisa Anda kunjungi. Beberapa yang kerap menjadi perhatian wisatawan, adalah Pulau Zum-zum dan Pulau Dodola.

Pulau Zum-zum adalah tempat Jenderal Mac Arthur mempersiapkan pasukan untuk menyerang Jepang. Di pulau ini terdapat goa persembunyiannya, juga monumen untuk mengenangnya. Sementara, Pulau Dodola adalah pulau cantik berpasir putih yang menjadi tempat wisatawan bersantai. Di pulau ini sudah terdapat beberapa pondok kecil untuk Anda menginap.

Selain tempat wisata sejarah dan alam, di Pulau Morotai juga Anda dapat merasakan kuliner khas tepi pantai. Lobster segar dengan ukuran besar menjadi andalan pulau ini. Hampir semua restoran dan rumah makan di Morotai menjual santapan berbahan dasar ikan dan hewan laut lainnya. Jangan khawatir, bila alergi terhadap makanan ini tersedia juga makanan lainnya, seperti ayam mentega dan ayam goreng.

Tiga cara mencapai Morotai


Untuk mencapai Morotai, ada tiga cara yang bisa Anda lewati. Melalui jalur udara dengan pesawat perintis dari Ternate selama 30 menit, jalur laut dengan kapal Pelni selama 12 jam, dan jalur darat-laut melalui Sofifi & Tobelo selama delapan jam.

Mencapai Morotai memang dibutuhkan waktu cukup lama, namun semua rasa capai dan waktu yang Anda habiskan di jalan akan terbayar dengan kecantikan dan nilai sejarah tinggi dari Mutiara di Bibir Pasifik ini.

mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry