Mendaki Gunung Rinjani, Pilih Kelas Bujet atau Deluxe?

Senin, 29 Oktober 2012 - 15:57 wib | Fitri Yulianti - Okezone

Mendaki Gunung Rinjani, Pilih Kelas Bujet atau Deluxe? Panorama Gunung Rinjani dengan air terjunnya dilihat dari Desa Senaru (Foto: Fitri/Okezone) MENJELAJAHI Gunung Rinjani, bila daerah ini sudah akrab bagi Anda, tak perlulah jasa seorang pemandu. Bila sebaliknya, pemandu lokal di sekitar kaki gunung siap membantu, dengan kelas sesuai anggaran Anda.

Seperti halnya penginapan, pemandu menuju Gunung Rinjani juga punya beberapa kelas yang bisa menjadi pilihan, tergantung kebutuhan dan tentu, anggaran Anda. Setiap paket dibuat untuk perjalanan selama 3 hari 2 malam untuk dua orang.

Dimulai dari yang paling murah, namanya paket Bujet. Harganya Rp3,5 juta, sudah termasuk peralatan trekking, tenda, matras, sleeping bag, dan porter. Dengan paket bujet, Anda dan seorang kawan harus membawa kebutuhan bahan makanan bila ingin membuat "pesta" di atas karena bahan makanan yang disiapkan hanya berupa mi instan.

Anda tentu tak bisa membawa banyak barang, kecuali memang Anda berdua punya stamina yang cukup kuat. Maklum saja, porter yang tersedia hanya satu orang, itupun sudah repot dengan peralatan trekking. Dan setibanya di atas, pemandu tidak akan menyiapkan api unggun untuk keperluan makan malam. Bila ingin, Anda berdua yang harus menyiapkannya.

Paket kedua bernama Standar, harganya Rp4,5 juta. Yang membedakan dengan paket sebelumnya adalah jenis makanan yang dibawa tak hanya mi instan tetapi juga buah-buahan sebagai dessert, tenda toilet, dan dua orang porter.

Paket ketiga atau yang termahal adalah Deluxe, harganya Rp7 juta. Barang-barang Anda akan dibawakan oleh lima orang porter, belum lagi tambahan soft drink dan minuman kesukaan yang Anda inginkan. Ibaratnya, di puncak Gunung Rinjani nanti, Anda berdua akan sangat menikmati panorama indahnya tanpa kerepotan memikirkan bawaan dan makanan.

"Kami jamin porter kami terlatih. Mereka bisa masak," kata Awalu Dawel, salah seorang pramuwisata di Gunung Rinjani kepada Okezone ketika ditemui di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, NTB, baru-baru ini.

Awalu adalah Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Desa Senaru, dengan lisensi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, yang membawahi delapan pemandu wisata berlisensi. Dia juga membawahi trekking guide, porter, dan track organizer (mereka yang menjual paket trekking ke Gunung Rinjani).

Dia menambahkan, pendakian ke Gunung Rinjani biasanya akan ramai pada Juni hingga September. Setelah September hingga Januari, para pramuwisata ini akan "menganggur" sementara hingga April atau ketika musim penghujan usai.

"Kalau yang punya sawah, mereka akan menggarap sawahnya. Kalau yang tidak, ya mereka harus pintar-pintar menabung ketika ramai wisatawan datang. Tapi, pemasukan biasanya akan terus ada karena wisata ke air terjun tidak pandang musim," ujarnya.

Ya, untuk Anda yang tidak berniat mendaki Gunung Rinjani, bagian kaki gunung ini juga sangat indah dijelajahi. Ada dua air terjun di sini, yakni Singang Gila dan Tiu Kelep. Air Terjun Singang Gila memiliki ketinggian sekira 60 meter. Aktivitas yang bisa Anda lakukan di sini tergolong aman-aman saja, khususnya untuk anak-anak, yakni mandi di kolam yang kedalamannya hanya 25 centimeter. Jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen si kecil bermain dengan latar pemandangan alam nan indah.

Sementara, Air Terjun Tiu Kelep—dalam bahasa lokal berarti "tempat air terbang"—memiliki ketinggian sekira 50 meter. Memang tidak lebih tinggi dari air terjun pertama, namun air terjun ini siap memberikan sensasi 'sangat basah' lantaran cipratannya begitu keras diterbangkan oleh angin.

"Air Terjun Tiu Kelep lebih bagus dan lebar, kayak ada kelambunya. Di bagian pojok juga ada goa, kalau mau, wisatawan bisa berkeliling sampai mulut goa lalu loncat menuju kolam air terjun. Kolamnya besar," jelasnya.

Harga tiket masuknya Rp10 per orang, dan buka antara pukul 10.00 sampai 17.00 WITA. Ada pula pemandu yang menawarkan jasanya menuju kedua air terjun. Harga jasa pemandu ini biasanya sudah termasuk tiket, makanan ringan, dan buah-buahan untuk perjalanan sekira dua jam, sekira Rp400 ribu untuk dua orang, dan bisa lebih murah bila Anda pintar menawar.

"Harga jasa pemandu sendiri sekitar Rp150 ribu. Lebih enak wisatawan domestik, bule malah lebih cerewet. Domestik biasanya enggak nawar harga. Dianjurkan sih pakai local guide karena enggak ada tanda arah menuju Air Terjun Tiu Kelep, seperti ketika menyeberang sungai. Jalannya juga sempit," tandasnya.

Bila Anda kemalaman usai menjelajahi kaki Gunung Rinjani, tersedia banyak penginapan yang ditawarkan warga. Ada yang murah sekira Rp150 ribu per malam, Rp600 per malam, juga harga termahal sekira Rp 1 juta per malam. Sayang, fasilitas seperti mesin ATM dan akses internet belum tersedia di sini.

"Banyak tamu yang kesulitan cari akses internet dan ATM. Kalau pas enggak bawa duit, mereka kadang pinjam sama travel agent yang membawanya, kalau kebetulan tidak memilih untuk menginap. Kebanyakan yang menginap turis dari Eropa," pungkasnya.

Gunung Rinjani merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl. Gunung ini menjadi favorit pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung Rinjani merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekira 41.330 hektare.

Untuk menuju Gunung Rinjani, Anda dapat menggunakan bus langsung Jakarta-Mataram. Setelah sampai di Mataram, Anda menuju ke Desa Sembalun atau bisa juga ke Desa Senaru menggunakan kendaraan setempat. (ftr)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »