Asita Yogyakarta Protes Harga Tiket Candi Borobudur Meroket

Kamis, 17 Januari 2013 - 04:10 wib | Adhia Azkapradhani - Okezone

Asita Yogyakarta Protes Harga Tiket Candi Borobudur Meroket Candi Borobudur (Foto: infowisataku) JAKARTA - Para pelaku industri pariwisata protes terhadap kenaikan tarif tiket masuk ke area Candi Borobudur, mencapai Rp190 ribu untuk turis asing. Harga baru dikhawatirkan berdampak bagi dunia pariwisata di Yogyakarta.

Ini bukanlah kali pertama harga tiket masuk Candi Borobudur mengalami kenaikan. Di tengah gempuran promosi destinasi wisata lain yang kian gencar, hal ini ditakutkan mengurangi keinginan wisatawan berlibur ke Candi Borobudur.

"Kenaikan tarif ini sudah yang kesekian kalinya, ini berbahaya bagi daya saing pariwisata Yogyakarta. Kenaikan harga ini mestinya dikomunikasikan pada pelaku industri wisata," kata Edwin Ismedi Himna, Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Association of the Indonesia Tours and Travel/Asita) Yogyakarta, seperti dikutip dalam rilisnya, Kamis (17/1/2013).

Kenaikan tarif ditetapkan Rp7.500 per orang sehingga harga yang dibebankan kepada pelaku industri wisata semakin tinggi atau mencapai Rp142.500 dari sebelumnya Rp135.000. Padahal, selama ini biro perjalanan wisata telah menyepakati kontrak kerja sama hingga harga tiket masuk yang diberikan berbeda dengan harga konsumen langsung.

Bahkan, meskipun masa berlaku kebijakan ini belum terlalu lama, pihaknya memantau banyak calon wisatawan yang kini membatalkan perjalanan wisatanya ke Candi Borobudur lantaran harga tiket yang dinilai terlampau mahal. "Harga di agen saja sudah mencapai Rp142.500 per orang, kalau harga untuk wisatawan langsung ditetapkan USD20 (sekira Rp190 ribu-red) per orang. Banyak yang tidak jadi datang ke Borobudur," tambahnya.

Kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur dan Prambanan terakhir kali dilakukan pada pertengahan 2012. Pada saat itu, tiket masuk Candi Borobudur naik dari USD13 menjadi USD18, Candi Prambanan dari USD10 menjadi USD15, dan Ratu Boko naik dari USD10 menjadi USD13.

"Dengan kenaikan lagi di awal tahun ini, tiket masuk Candi Prambanan sudah USD20, ini harga yang tidak realistis. Candi ini adalah milik bangsa Indonesia bukan milik perusahaan meskipun BUMN. Sudah sepantasnya setiap kebijakan yang diambil memperhatikan kepentingan rakyat banyak," pungkasnya. (ftr)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »