Ulah Polisi Pemeras Rusak Citra Pariwisata Bali

Jum'at, 5 April 2013 - 15:01 wib | Rohmat - Okezone

Pantai Kuta, Bali (Foto: Fitri/Okezone) Pantai Kuta, Bali (Foto: Fitri/Okezone) DENPASAR - Kalangan industri pariwisata mengaku geram dengan ulah oknum polisi lalu lintas yang diduga melakukan pemerasan atau suap terhadap wisatawan asing. Ulahnya merusak citra pariwisata Bali, khususnya, juga Indonesia.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Ngurah Wijaya menyesalkan ulah oknum polisi sebagaimana terekam dalam video yang diungguh warga Belanda berjudul "Polisi Bali Korupsi". Dia mengaku geram setelah melihat tayangan video tersebut, meski diakuinya, apa yang dilakukan dua polisi penerima suap itu sudah lazim terjadi.

Di video tersebut terlihat polisi lalu lintas mengejar wisatawan asing pelaku pelanggaran di jalan raya dan menilangnya. Menurutnya, selain membahayakan keselamatan, cara tersebut juga tidak mengundang simpatik dan berlebihan.

"Petugas selalu mencari celah dan peluang atas ketidaktahuan para turis ini dengan aturan berlalu lintas sehingga terjadi praktek suap seperti itu," kata Wijaya dihubungi Jumat (5/4/2013).

Tindakan itu bukan saja merusak korps institusi kepolisian, juga citra aparat di Bali dan Indonesia pada umumnya. Wijaya sendiri mengaku kerap mendapat komplain atau keberatan dari para wisatawan asing maupun penyelenggara pariwisata karena wisatawan asing kerap menjadi korban ulah polisi nakal. Hanya karena kesalahan kecil, petugas kerap menilang dan ujung-ujungnya meminta uang damai di tempat.

Praktek semacam itu, tegasnya, mencoreng citra Bali di mata wisatawan asing. Dan, bukan tidak mungkin jika turis akan enggan datang berlibur ke Bali karena perilaku tak terpuji aparat di lapangan.

Untuk itu, pihaknya berharap kepolisian segera melakukan pembenahan ke dalam, baik dalam penataan sistem maupun aparatnya, agar kejadian seperti itu tidak terulang. Petugas yang terbukti terlibat dalam aksi suap seperti itu, yang banyak dialami korban warga asing, sepatutnya diberi sanksi tegas dan berat karena perbuatannya merusak citra Bali dan merugikan wisatawan. (ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »