Wawancara Eksklusif Kadispar DIY

Pusat Oleh-Oleh Malioboro Perlu Buka 24 Jam

Kamis, 11 April 2013 - 18:22 wib | Adhia Azkapradhani - Okezone

Pusat Oleh-Oleh Malioboro Perlu Buka 24 Jam Tazbir (Foto: dok. pribadi) YOGYAKARTA - Pusat oleh-oleh yang buka 24 jam di Kota Yogyakarta masih sangat jarang. Padahal, potensi pasarnya cukup besar.
 
Membeli oleh-oleh menjadi agenda penting bagi wisatawan selama berlibur, apalagi jika berburu langsung di pusat produksinya. Keuntungan pertama, Anda tentu akan mendapatkan harga lebih murah, selain pilihan lebih beragam.
 
Adalah Malioboro dan Pasar Beringharjo menjadi pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Di kedua tempat itu, wisatawan bisa berburu batik dan membeli bakpia. Sayangnya, Pasar Beringharjo dan Malioboro tidak melayani pembeli hingga larut malam.
 
“Kalau lesehan masih ada hingga tengah malam, kalau toko memang pukul 21.00 WIB sudah tutup. Tapi, ada juga toko yang mau diketuk pintunya oleh pembeli,” kata Tazbir, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, kepada Okezone di kantornya, belum lama ini.
 
Beda lagi Pasar Beringharjo, yang ternyata sudah tutup sejak sore. Sementara untuk bakpia, memang lebih longgar karena salah satu pabrik bakpia akan melayani pembeli selama 24 jam setiap harinya.
 
Tazbir tak menampik kenyataan bahwa semakin banyak wisatawan MICE alias peserta rapat perusahaan memilih Yogyakarta. Artinya, semakin banyak pula wisatawan yang justru sibuk mencari oleh-oleh saat malam atau setelah rapat.“Kita akan coba pikirkan ke arah sana (pusat oleh-oleh buka 24 jam-red), karena banyak orang yang meeting sampai malam dan paginya sudah harus ke bandara, nampaknya butuh juga. Seperti kalau di Singapura, itu di Mustafa (Center),” tutupnya.
(ftr)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »