Pengembangan Candi Jiwa Terkendala Bahasa

Rabu, 22 Mei 2013 - 16:26 wib | Adhia Azkapradhani - Okezone

Candi Jiwa (Foto: Adhia/Okezone) Candi Jiwa (Foto: Adhia/Okezone) MELIPIR tak jauh dari Jakarta, Anda sudah dapat menemukan sebuah komplek candi lho. Candi Jiwa, peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang sayangnya belum banyak tereksplor. Apa pasal?
 
Mengisi liburan dengan berjalan-jalan mengunjungi candi peninggalan masa lalu, tak melulu harus ke Candi Borobudur di Yogyakarta. Ternyata, hanya beberapa jam dari Jakarta, Anda sudah dapat menemukan Candi Jiwa yang berdiri kokoh di atas tanah Karawang. Namanya mungkin belum sepopuler Candi Borobudur, namun di sini Anda dapat menyusuri beragam sejarah masa lalu kerajaan dan penyebaran agama pada masa Kerajaan Tarumanegara.
 
Sayang, pengembangan Candi Jiwa sebagai salah satu peninggalan masa lalu memiliki kendala. Padahal makin hari makin banyak wisatawan yang datang baik dari dalam maupun luar negeri.Selain menikmati pemandangan yang indah di area candi, mereka juga menjadikan Candi Jiwa sebagai bahan penelitian.
 
“Ada kendalanya, terutama bahasa. Kami tidak bisa berbahasa Inggris padahal banyak orang asing datang. Selain itu, pemandu lain biasanya minder kalau menghadapi pelajar atau mahasiswa yang datang ke sini,” tutur Kaisin, penduduk lokal yang menjadi pemandu Okezone saat berkunjung ke Candi Jiwa.
 
Tak banyak yang tahu jika Candi Jiwa merupakan salah satu candi tertua yang hadir di tanah Jawa. Candi ini pun menjadi saksi penyebaran agama Buddha semasa Kerajaan Tarumanegara. Bahkan hingga kini, setiap perayaan Waisak Candi Jiwa akan dipenuhi umat Buddha dan juga wisatawan yang ingin menyaksikan kemeriahan Waisak di tempat ini.
 
Dipugar sejak tahun 1985 hingga kini Candi Jiwa masih terus menjadi objek penelitian. Candi Jiwa memang tidak seperti Candi Borobudur yang memiliki ruang untuk wisatawan menikmati pemandangan hingga puncaknya. Di sini hanya ada sebuah candi di tengah sawah berwarna merah bata. Bentuknya pun tidak sepenuhnya utuh.
 
Sebenarnya, di tempat ini ada empat situs yang sudah dibuka untuk umum. Selain Candi Jiwa, ada juga Candi Blandongan yang bentuknya lebih terlihat jelas dan nyata. Terdapat tangga menuju bagian atas candi, sayangnya tangga tersebut diberi pagar dan terdapat tulisan “Dilarang Menaiki Tangga”.
(ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »