Cara-Cara Dongkrak Cadangan Devisa

Sabtu, 6 Juli 2013 - 15:41 wib | Hendra Kusuma - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto tidak mengkhawatirkan posisi cadangan devisa Indonesia yang mengalami penurunan sekira USD7 miliar menjadi USD98,1 miliar dari angka USD105,1 miliar.

Menurut Ryan, dengan fundamental ekonomi tetap terjaga dengan baik, tekanan ke depan makin berkurang sejalan dengan recovery ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Jepang, serta penghentian secara bertahap stimulus ekonomi di AS masih menggantung. Maka cadangan devisa di bawah USD100 miliar tidak perlu dikhawatirkan.

"Tidak perlu dikhawatirkan posisi cadangan devisa di bawah USD100 miliar, yang penting BI bisa menjaga kebutuhan dolar AS di sepanjang waktu agar depresiasi rupiah tidak makin liar, kepercayaan pasar tetap dapat dijaga," ujar Ryan melalui pesan singkatnya kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (6/7/2013).

Ryan memaparkan, guna mendongkrak cadangan devisa Indonesia, maka pemerintah harus menggenjot ekspor secara habis-habisan, mampu mengurangi impor barang konsumsi, reschedule pembayaran utang luar negeri pemerintah maupun swasta jika memungkinkan, ciptakan iklim investasi yang baik agar FDI masuk, dan memberhentikan kredit dalam dolar AS untuk sementara waktu.

Sebelumnya, mencatat cadangan devisa per akhir Juni 2013 turun sekira USD7 miliar menjadi USD98,1 miliar. Sebelumnya per akhir Mei cadangan devisa berada di angka USD105,1 miliar.

Gubernur BI Agus Martowardjojo mengatakan penurunan Cadev tersebut karena dipengaruhi oleh pengeluaran dalam rangka kebijakan nilai tukar rupiah, selisih kurs neraca dan revaluasi aset.

Selain itu, melemahnya cadangan devisa juga disebabkan adanya arus modal asing (Out Flow) di surat berharga negara (SBN) dan saham yang keluar hingga USD4,1 miliar atau Rp40,1 triliun di bulan Juni 2013. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »