"Kontestan Miss World 2013 Wajib Datang ke Desa Tenganan"

Rabu, 11 September 2013 - 14:06 wib | Dewi Yanti - Okezone

Nandika, finalis Putri Pariwisata Indonesia 2013 asal Bali (Foto:Dewi/Okezone) Nandika, finalis Putri Pariwisata Indonesia 2013 asal Bali (Foto:Dewi/Okezone) JAKARTA - Bali selalu memiliki objek wisata menarik dan eksotik untuk dikunjungi. Kontestan Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2013 asal Bali, Putu Nandika Wintari, punya rekomendasi destinasi menarik untuk para kontestan Miss World 2013 di Bali.

Desa Tenganan yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasam Bali, sebelah timur Pulau Bali, menjadi objek wisata yang sebaiknya dikunjungi kontestan Miss World 2013. Pasalnya di desa ini, masyarakat lokal belum mengalami akulturasi budaya dari pihak luar.

“Di sana (Desa Tenganan) adalah daerah PraHindu, dimana masyarakatnya merupakan masyarakat asli, mereka diwajibkan menikah dengan sesama warga di sana, enggak ada masyarakat dari luar dari Tenganan,” kata Nandika saat ditemui Okezone di Merlyn Park Hotel, Jakarta, belum lama ini.

Tambahnya, masyarakat Tanganan merupakan salah satu dari tiga desa di Bali Aga, selain Trunan dan Sembiran. Desa Bali Aga masih mempertahankan pola hidup dan adat istiadat dari warisan nenek moyang yang masih kental. Bentuk, besar bangunan serta pekarangan, pengaturan letak bangunan, hingga letak pura dibuat mengikuti aturan adat yang dipertahankan secara turun-temurun.

“Mereka wajib untuk datang ke sana, karena masyarakat pra Hindu Bali Aga zaman dulu masih terlihat di sana. Selain itu, keindahan alam perbukitan Tenganan menarik untuk dinikmati,” lanjut Nandika.

Masyarakat Tenganan juga andal membuat kain tenun grinsing yang memiliki harga jutaan rupiah. Kain tenun gringsing dibuat menggunakan teknik dobel ikat. Untuk membentuk pola hingga menjadi kain tenun memerlukan waktu 3 hingga 5 tahun.

“Jadi, semakin lama proses penyimpanannya, harganya semakin mahal dan kualitasnya semakin bagus,” ujar dara 19 tahun ini.

Benang untuk membuat kain tenung diperoleh dari kapuk berbiji satu yang didatangkan dari Nusa Penida, satu-satunya lokasi untuk mendapatkan kapuk berbiji satu. Keistimewaan lainnya yaitu pewarnaan tenun gringsing dibuat menggunakan getah alam yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan warna-warna khas, hanya terdiri dari warna hitam, merah, dan putih tulang. Setengah meternya berkisar Rp3-5 juta. (ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »