Insiden Pemerkosaan Terulang, Amankah Wisatawan Perempuan di Dubai?

Senin, 22 Juli 2013 - 14:33 wib | Mutya Hanifah - Okezone

Dubai, Uni Emirat Arab (Foto: krushburger) Dubai, Uni Emirat Arab (Foto: krushburger) DUBAI – Terulang kembali, perempuan asing menjadi korban pemerkosaan saat berada di negara lain, tepatnya di Dubai. Kejadian ini mengundang pertanyaan tentang keamanan Dubai bagi wisatawan perempuan.

Marte Deborah Dalelv, seorang desainer interior, melakukan perjalanan bisnis ke Dubai. Sayangnya, dalam perjalanan dia diperkosa oleh rekan kerjanya.

Sedihnya, setelah kejadian itu ia laporkan, Dalelv malah dihukum penjara 16 bulan. Sementara, pelakunya hanya dihukum 13 bulan penjara. 

Kejadian ini memunculkan kembali pertanyaan mengenai keamanan wisatawan perempuan di Dubai, terutama dari segi hukum. Dalelv sendiri memperingatkan wisatawan asing tentang hukum di Uni Emirat Arab (UEA).

"Dubai mungkin tampak seperti kota Barat, tapi hukum yang mereka gunakan masih konservatif," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (22/7/2013). Ini bukan pertama kalinya wisatawan perempuan mendapat perlakuan hukum tidak adil di negara ini.

Desember lalu, seorang wisatawan Inggris diperkosa tiga pria di Dubai, namun ia malah dihukum karena dikatakan mengonsumsi alkohol. Ada pula wisatawan yang diperkosa oleh pegawai hotel, namun justru harus dipenjara karena tuduhan berhubungan seks di luar nikah. Juga pada 2008, seorang turis Australia harus meringkuk di penjara selama 11 bulan setelah melaporkan bahwa ia diperkosa.

"Pemerintah UEA harusnya mereformasi sistem hukum dan memberikan perlindungan pada korban perkosaan, jangan sampai perempuan yang menjadi korban justru dihukum," tandas Rori Dinaghy dari Badan Perlindungan HAM Inggris cabang UEA. (ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List