Share

Kesenian Janturan, Hiburan Warga Tegal di Tengah Pandemi

Yunibar, Jurnalis · Sabtu 12 Maret 2022 13:31 WIB
Kesenian Janturan menjadi hiburan tersendiri bagi warga di kaki Gunung Slamet Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Atraksi budaya yang juga dikenal dengan nama Kuda Lumping ini berkaitan erat dengan hal-hal magis. Seperti yang dilakukan sekelompok penari Janturan asal Desa Dukuh Tengah, Bojong, Tegal, Jawa Tengah. 
 
Untuk membuat para penari kerasukan, sejumlah pawang menyiapkan sejumlah makanan untuk sesaji . Agar tidak punah, sejumlah remaja pun dilatih agar bisa menjadi penari Janturan. Kelompok seni janturan ini mengaku masih bisa bertahan di tengah pandemi.
 
Untuk menyiasati sepinya pengunjung, mereka bekerjasama dengan sejumlah objek wisata. Sekali pementasan, mereka dibayar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Selain menyuguhkan atraksi kesurupan , kesenian ini juga menunjukkan kekebalan dan kekuatan magis seperti atraksi memakan umbi-umbian mentah, batang tebu, hingga kekebalan tubuh terhadap deraan cambuk.
 
Kontributor: Yunibar

(fru)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini