Menu Sunda Modern ala Sindang Reret

Koran SI, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2010 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2010 06 22 301 345387 DOAZl0cbpm.jpg Gurami Sindang Reret (Foto: Wisataloka)

DI Sindang Reret, masakan Sunda disajikan secara berbeda. Menu yang ditampilkan di sini bukan hanya racikan khas Parahyangan yang telah lama eksis dan disukai selama bertahun-tahun, melainkan juga resep baru kreasi sendiri. 

Bagi yang sering pergi atau malah tinggal di Bandung, Jawa Barat, pasti akrab dengan Restoran Sindang Reret.Tempat makan ini telah berdiri sejak 1973, dan sudah lama menjadi pilihan utama keluarga untuk berekreasi.

Bukan hanya tempat makan, dua cabang Sindang Reret yaitu di Ciwidey dan Cikole, Lembang, Bandung, menyajikan konsep yang berbeda. Cabang di Ciwidey mengusung konsep back to nature.

Pengunjung bisa menikmati suasana pedesaan, misalnya menikmati hidangan di tengah hamparan sawah. Di sini juga tersedia cottage, arena bermain anak, dan ruang rapat. Anda pun dapat berkeliling mengunjungi berbagai tempat menggunakan delman melalui program wisata desa.

Objek wisata yang menarik di sana adalah Kawah Putih, Petik Stroberi, dan Pemandian Air Panas. Sementara itu, Sindang Reret Cikole hadir dengan konsep one stop yang merupakan areal seluas 7 hektare dan terdiri atas restoran berkapasitas 400 orang, cottage, serta wahana adventure dengan berbagai permainan seperti outbound, wahana petualangan Lost of Maya, ATV, trampoline, dan air soft gun.

Ada juga arena berkuda, peternakan, dan kebun stroberi. Sangat cocok untuk liburan keluarga ataupun gathering perusahaan di alam terbuka.

Sejak Juni 2007, Sindang Reret hadir di Jakarta, tepatnya di Jalan Wijaya 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di sini, konsep tempatnya berupa restoran, ruang pertemuan, dan catering service. Sama seperti cabang Sindang Reret di Jalan Surapati, Bandung, Jawa Barat.

”Kami memang sedang fokus menjual function hall dan VIP room, selain tentu saja restorannya,” kata Sales Executive Sindang Reret Cabang Jalan Wijaya, Riswanto.

Riswanto mengatakan, selain restoran berkapasitas 150 kursi di lantai satu, di lantai dua tempat ini tersedia function hall yang bisa digunakan untuk kegiatan seperti wedding, ruang pertemuan, gathering kantor, reuni sekolah, seminar, konferensi pers, atau launching buku.

Di sini bisa menampung lebih dari 300 orang. Selain itu, terdapat juga dua VIP room yang dapat disewa untuk arisan, meeting, atau acara makan keluarga. Kapasitasnya bisa untuk 30 orang serta dilengkapi fasilitas free Wi-Fi.

”Kami juga menerima pesanan catering service untuk lunch box dan prasmanan. Banyak perusahaan besar yang memesan di sini,” terangnya.

Dari segi desain ruangan, Restoran Sindang Reret menampilkan suasana tradisional daerah Sunda dengan penyajian lebih modern. Kursi serta meja kayu minimalis, jendela besar, pilihan hiasan seperti topeng, keramik atau lukisan serta tata cahaya dirancang dengan kesan lebih eksklusif.

”Memang tidak sevulgar restoran tradisional Sunda, tapi kami padu dengan etnik minimalis modern. Namun, kebudayaan Sunda tetap kental dengan alunan musik kecapi suling serta busana kebaya pegawai. Karena itu, kami mengambil moto The Touch of Parahyangan Culture sebagai bentuk partisipasi untuk tetap menjunjung budaya Parahyangan,” papar pemilik Sindang Reret Cabang Wijaya, Yuyun Setiawati Lanasier.

Konsep hidangan Sindang Reret, kata Yuyun, adalah masakan Sunda yang sudah diberi sentuhan cita rasa masa kini. Para chef andal di tempat ini tidak sungkan-sungkan berkreasi menyajikan menu unik dan baru yang menggugah selera; apalagi di sini makanan disajikan secara fresh.

Tiap satu bulan sekali, menu di restoran ini akan ditambah dengan menu chef suggestion. Pengunjung dapat mencoba kreasi terbaru chef, yang kemudian dijadikan menu tetap.

”Banyak yang bilang restoran kami ini Sunda fusion. Artinya kreasi sendiri, namun tetap tidak keluar dari sisi tradisionalnya,” ujarYuyun.

Dengan beragam pengaruh racikan Sundanese cuisine di Sindang Reret, tidak heran banyak yang menjadi pelanggan tetap restoran ini. Bukan hanya dari kalangan bawah dan menengah, para pesohor, pejabat, hingga kaum ekspatriat pun tidak mau kalah menikmati menu lezat di tempat ini.

”Orang bule banyak yang suka, karena memang menu rumahan, selain masakan Sunda mudah diterima berbagai kalangan. Makanan kami juga sehat karena rendah kolesterol,” beber Yuyun.

Sajian Unggulan Salah satu masakan unggulan Sindang Reret adalah ikan gurame yang digoreng kering dengan taburan saus irisan mangga muda. Ikan diproses secara khusus sehingga membuat dagingnya terasa lembut, garing, dan renyah.

Dengan tambahan rasa manis, asam, dan segar yang keluar dari mangga, membuat masakan ini istimewa. ”Masakan ini makin bertambah nikmat apabila ikan dicocol dengan sambal yang terpisah,” imbuh Yuyun.

Jenis sambal bisa Anda pilih sesuai selera, di antaranya sambal bumbu kecap, acar kuning, tiram, pesmol, asam manis, cabai hijau, atau cobek. Semua menyajikan sensasi makan yang tidak bisa Anda bayangkan, namun harus dirasakan sendiri.

Menu lain yang unik adalah oseng ginseng spesial. Menurut Yuyun, ginseng memang masih jarang diolah menjadi masakan, tapi di tempatnya tanaman yang sebenarnya mempunyai kandungan istimewa itu diracik menjadi menu istimewa. Ginseng ditumis lalu disiram dengan jamur, ayam, serta udang yang telah diberi bumbu. Rasanya enak dan khas.

”Baik untuk kesehatan,” tandas Yuyun.

Untuk masakan ayam, tempat ini mengandalkan menu ayam bakar. Menu yang paling tersohor adalah ayam bakakak parahyangan, yaitu ayam yang dilebarkan badannya, kemudian diolah dengan cara dibakar di atas bara api.

Masakan ini termasuk khas Tanah Pasundan. Untuk membuat rasanya semakin nikmat, bisa ditambah sambal bumbu cobek atau bumbu pedas.

”Kami menggunakan ayam kampung pejantan yang tekstur dagingnya lebih empuk dan lembut. Proses pembakarannya diatur sedemikian rupa, sehingga pas matangnya dan bumbunya pun meresap. Menu yang harus dicoba,” kata Yuyun.

Ada lagi masakan khas Sindang Reret, di antaranya tumis teri pucuk waluh (ikan teri yang ditumis dengan daun pucuk waluh atau labu), tumis genjer oncom (oseng daun genjer ditaburi dengan oncom), tumis keciwis siram udang (tumis keciwis atau baby kailan yang disiram dengan udang goreng), nasi tutug oncom (nasi yang telah dicampurkan dengan oncom), dan tahu isi keju (tahu goreng yang diisi dengan campuran keju, sayuran, serta daging cincang).

Sebagai pemuas dahaga, Sindang Reret tidak hanya menyediakan minuman yang lazim tersedia di tempat lain seperti jus buah segar, es cincau ijo, atau es campur. Sebab, di sini juga terdapat berbagai racikan bahan yang menjadikan minuman jenis baru nan berbeda. Namanya pun unik karena diambil dari bahasa Sunda.

Misalkan layung katineung yang berisi perpaduan sirup stroberi, jus jeruk, kopi, dengan whipped cream dan buah-buahan sebagai garnish. Ada lagi krakatau yang berisi mix fruit juice dicampur dengan cabai merah tanpa biji. Rasanya pedas, namun segar. Tersedia pula putri geulis, yakni minuman campuran sirup merah dengan soda yang menyegarkan.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini