Sambangi Kudus, Jelajahi Kota Kelahiran Asty Ananta

Pasha Ernowo, Jurnalis · Senin 04 Juli 2011 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 04 408 475545 Js4rqc2h8s.jpg Masjidil Aqsha Kudus (Foto: Wordpress)

DJARUM Apresiasi Budaya Indonesia Exploride sudah sampai di Kota Kudus, Jawa Tengah. Kali ini, acara yang berkonsep menjelajah dan mengungkap wisata Tanah Air itu ditemani artis cantik Asty Ananta.

Dua orang sahabat, seorang bikers Wulung Damardoto (Ungki), kameraman dan fotografer Aditya Birawa (Ditto), telah tiba di Kudus pada 2 Juli lalu.

Pada kesempatan itu, mereka mengunjungi warung atau tempat makanan. Sepanjang perjalanan, mereka juga menemukan alam yang masih alami dan terjaga keasriannya. Dalam kunjungan ke Kudus, artis asal Kudus, Asty Ananta ikut terlibat. Asti bersama dua sahabatnya, Ungki dan Dito mencicipi garang asem dan soto kudus khas Kudus.

Selain itu, artis berambut panjang itu bersama dua sahabatnya mendatangi sentra batik di Kudus yang memiliki corak dominan berwarna hijau. Ciri dan corak khusus inilah yang membedakan batik kudus dengan batik daerah lain.

Rama kembang, beras kecer, alas kobong, dan kapal kandas merupakan motif yang sangat khas pada batik kudus. Nama kapal kandas terinspirasi pada bangunan rumah kuno berbentuk kapal (omah kapal).

Industri batik kudus pada awalnya diproduksi secara home industri pada tahun 1800 M. Pusat produksi batik di kawasan Kudus Kulon (Kudus bagian barat).

"Program ini semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita dan juga Indonesia, bahwa mencintai budaya dan kekhasan daerah adalah harta yang tak ternilai harganya. Apapun bentuknya, kebudayaan asli Indonesia menjadi ciri kita. Untuk itu, kita harus menjaganya dan mencintai kelestarian budaya kita dan juga mengembangkan kuliner kita," kata Wulung dalam rilisnya yang diterima okezone, baru-baru ini. 

Sayang, petualangan mereka di Kudus kali ini hanya satu hari. Dalam Djarum Apresiasi Budaya Indonesia Exploride, mereka harus melanjutkan perjalanannya ke daerah lain dengan jarak tempuh sekira 18.000 KM atau 279 point menggunakan sepeda motor.

Ini menjadi perjalanan yang melelahkan dan penuh tantangan. Namun menurut Wulung, Djarum Apresiasi Budaya Indonesia Exploride merupakan salah satu tugas untuk mempromosikan wisata dan budaya daerah.

"Ke depannya mempromosikan daerah dengan menggunakan sepeda motor. Di negara lain sudah banyak dilakukan. Ini bukan karena saya seorang rider. Tetapi lebih kepada mempromosikan daerah-daerah yang ada di Indonesia," ungkapnya.

Sebagai artis ibu kota asal Kudus yang tak lupa dengan kampung halamannya, Asty Ananta mengatakan, Kudus memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan, makanannya pun memiliki keunikan yang tidak kalah menariknya dengan daerah di Indonesia lainnya.

"Saya sangat antusias bernostalgia bersama tim Djarum Apresiasi Budaya Indonesia Exploride untuk menjelajah kota kelahiran saya," ungkap artis berparas cantik ini.

Selain mempromosikan budaya Kudus, Asty juga bangga memperkenalkan makanan khas, dan kerajinan dari kampung halamannya.

"Acara ini sangat bagus. Bisa mempromosikan daerah kita. Dengan acara ini masyarakat dari daerah lain jadi tertarik untuk datang ke sini," tutupnya.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini