Share

Bersiap Menunggu Durian Gundul dari Mekarsari

Adhia Azkapradhani, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2013 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 05 408 756923 c3ZQk1E5qW.jpg Taman Wisata Mekarsari (Foto: Adhia/Okezone)

Durian, siapa tak kenal dengan buah-buahan asli Indonesia yang kulitnya dipenuhi duri ini. Namun kini, Taman Wisata Mekarsari bersiap menghadirkan durian tanpa duri.

 

Nama buah durian pastinya identik dengan buah-buahan yang dipenuhi duri tajam di sekeliling kulitnya. Siapa sangka jika terdapat satu jenis durian yang kulitnya gundul tiada berduri, dijamin tak akan membuat tangan Anda terluka ketika membawanya.

 

Durian gundul ditemukan sekira 2008. Saat itu, tim peneliti dari Mekarsari diminta meneliti sebuah pohon yang berada di Nusa Tenggara Barat. Pohon tinggi dengan usia mencapai ratusan tahun itu berdiri kokoh di lereng Gunung Rinjani dengan buahnya yang berjatuhan.

 

“Mereka meminta kami meneliti karena pohon itu menghasilkan buah-buahan namun masyarakat tidak berani memakannya karena takut beracun,” kata Riris Margiana Sari, Kepala Bagian Kebun Produksi dan Penelitian Mekarsari, ketika ditemui di Cileungsi, Bogor, baru-baru ini.

 

Saat tim dari Mekarsari tiba di lereng gunung tersebut, dari penampakannya terlihat jika pohon yang dimaksud merupakan salah satu varietas durian. Saat itu, terlihat buah yang ukurannya tak terlalu besar berbentuk seperti buah sukun berjatuhan. Kera-kera pun dengan sigap menangkap dan menyantapnya dengan lahap.

 

“Awalnya kami perhatikan, lalu kami lihat kera-kera memakannya dan mereka baik-baik saja, sehingga kami pun mengambil kesimpulan awal jika buah tersebut aman untuk dikonsumsi. Program pelestarian dan penelitian pun terus dilakukan hingga kini,” jelasnya.

 

Salah satu buah yang berhasil diambil kemudian diteliti, ternyata isinya memang seperti durian. Dagingnya berwarna kuning, tebal, dan rasanya manis, yang membedakan hanyalah bentuk luarnya yang tidak berduri.

 

“Jenis tersebut hanya ada di tempat itu dan pohon satu-satunya. Sayangnya, beberapa tahun lalu pohon tersebut tumbang karena gempa. Tapi sebelumnya kami dan pemerintah di sana sudah melestarikan buah tersebut. Kini, untuk dapat menikmati buah durian gundul ini mungkin masih dibutuhkan waktu sekira dua tahun lagi,” tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini