Mereguk Khasiat Air Suci Dewi Kuan Yin

Johan Sompotan, Jurnalis · Rabu 05 Juni 2013 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 05 408 817670 alaFOQ1bhJ.jpg Area tempat pemandian Taman Bunga Teratai Dewi Kuan Yin (Foto:Johan Sompotan)

PULAU Bangka dikenal dengan keindahan lautnya. Di balik itu, destinasi yang melejit lewat film Laskar Pelangi ini memiliki pesona lain, salah satunya pemandian Taman Bunga Teratai Dewi Kuan Yin.  

Tempat peribadatan umat Budha-Khong Hu Cu ini berada di kaki bukit berjarak 6 km dari pusat Kota Sungailiat atau 44 km dari Bandara Depati Amir, tepatnya di Desa Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di tempat ini terdapat pemandian dari sumber mata air di atas bukit. Air tersebut diyakini bisa memberikan khasiat kesehatan tubuh bagi mereka yang percaya. Untuk bisa masuk, Anda tak perlu bayar alias gratis.

 

Lahirnya Air Suci Dewi Kuan Yin ini memiliki histori yang panjang. Air tersebut juga menjadi kisah tersendiri bagi Hermanto Wijaya, pemilik Taman Bunga Teratai Dewi Kuan Yin. Menurutnya, air suci ini berkisah ketika dirinya masih tinggal di kawasan Pangeran Jayakarta, Mangga Dua, Jakarta. Di tempat itulah terdapat sumur yang sudah tua dan tidak terpakai selama 32 tahun. Bahkan, dirinya dilarang memakai air oleh mertua dari sang kakak.

 

"Berkat air sumur itu, semuanya terjadi mujizat karena keserakahan manusia, apalagi saya enggak boleh menggunakan air di rumah. Saya minta ke tetangga, saya dilarang," ucapnya kepada Okezone, baru-baru ini.

 

Selama bertahun-tahun, Hermanto harus rela tidak bisa mempergunakan airtersebut untuk keperluan mandi, mencuci, maupun air minum. Alhasil, sekira 1998 barulah dalam mimpinya, diketahui bahwa air sumur tersebut bisa dipakai, bahkan airnya tidak akan habis.

 

"Saya diberi mimpi, dimana air yang ada di sumur tua bisa dipakai, bahkan bisa untuk menyembuhkan orang, asalkan tidak boleh meminta bayaran selamanya," bebernya.

 

Hermanto menambahkan, apa yang diimpikan menjadi kenyataan. Ketika dirinya menyambangi sumur tua tersebut, sumurnya sudah berubah menjadi bersih dan airnya bening. Dari situlah, niatan untuk menyembuhkan orang sakit perlahan dilakukan hingga akhirnya tersebar dari mulut ke mulut.

 

"Sekitar tahun 2000an, saya difitnah. Saya pun dicaci maki oleh pemuka agama, bahkan air yang ada di sumur telah diberi air tawas. Akhirnya, saya berdoa dan meminta agar sumur diubah kembali seperti dahulunya, karena saya tak mau difitnah terus-menerus," tuturnya.

 

Akhirnya, pada 29 Desember 2001, Hermanto diberi petunjuk kembali lewat mimpinya, yakni agar dirinya pindah ke Kepulauan Bangka Belitung. Dari kepindahan itulah, ternyata niatan positif pun diberikan jalan oleh Tuhan. 

 

"Ketika saya diberi mimpi kedua kali, saya langsung berdoa untuk meminta agar mendapatkan air jernih untuk kedua kalinya. Apa yang saya doakan menjadi kenyataan," sambungnya.

 

Ternyata, apa yang menjadi niatan Hermanto bukan sebatas ingin menyembuhkan penyakit seseorang. Dia ingin juga membangun tiga tempat ibadah yang berdampingan sehingga kerukunan umat beragama akan bisa terlihat di tempatnya. Tanpa disadari olehnya, tempat pemandian Dewi Kuan Yin ini ternyatasama seperti ketika dirinya masih tinggal di Jakarta.

 

Menurutnya, taman pemandiannya telah dikunjungi oleh wisatawan asing dari 27 negara, di antaranya China, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Vietnam, Kanada, Jepang, Korea, Hong Kong, dan sebagainya. Bahkan, tempat pemandian ini merupakan sumber air yang di dalamnya tidak mengandung timah, meskipun secara geografis Kepulauan Bangka Belitung merupakan penghasil timah.

 

"Air sumur ini tidak perlu diolah lagi, sehingga Anda bisa langsung mengonsumsinya. Air suci inipun telah dilakukan uji laboratorium dari pihak PAM Bangka Belitung, Polda Bangka, dan ke Singapura juga Belanda. Hasilnya, di dalam kandungan air memiliki banyak fungsi kesehatan yang baik bagi tubuh," tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini