Uniknya! Penduduk Desa Tertua Berumur Hampir Seabad

Bobby Nursanca, Jurnalis · Jum'at 07 Juni 2013 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 07 408 818554 3utaeVGD5Q.jpg Tiang rumah di Desa Tua Bitombang menjulang tinggi (Foto: diorm/flickr)

PERKAMPUNGAN Tua Bitombang merupakan desa tertua yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Perkampungan ini juga sangat unik dikarenakan topografi alamnya tidak merata sehingga tiang rumah menjulang 12-15 meter, dan rata-rata penduduk aslinya berumur di atas 90 tahun.

Desa Tua Bitombang, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontobangun, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, merupakan perkampungan tertua dan unik. Di kawasan kepulauan ini, keunikan arsitektur kuno menjadikan Desa Tua Bitombang dinobatkan sebagai tujuan wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Jarak lokasi Perkampungan Tua Bitombang berjarak 7km dari Kota Benteng, Kabupaten Selayar. Jalan menuju desa ini cukup asyik dan sedikit menegangkan dikarenakan sempit, terjal, dan mendaki.

Selain merupakan desa tertua, perkampungan ini sangat unik lantaran topograpi alamnya berundak dan berbukit. Alhasil, beberapa tiang rumah menjulang setinggi 12-15 meter pada bagian belakang (dapur) sedangkan bagian depan agak rendah mencapai 2-3 meter.

Tiang rumah dibuat dari kayu bitti (bahasa bugis) sedangkan masyarakat Kabupaten Selayar menyebutnya kayu holasa. Kualitasnya bagus dan tahan hingga ratusan tahun. Sementara, sebagian besar atap rumah warga di desa ini menggunakan daun kelapa yang disusun rapi.

Namun setelah pertumbuhan ekonomi penduduknya semakin berkembang, atap rumah diganti dengan seng. Tiang rumah yang tinggi itu dipercaya berhubungan dengan panjangnya usia penduduk di kampung ini.

"Jumlah rumah adat yang masih bertahan hingga saat ini hanya berkisar 6 buah, dimana sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun. Rumah-rumah adat ini diberi nama Sapo oleh masyarakat Matomba. Dan, penghuni rumah adat tersebut merupakan keluarga yang turun-temurun," kata Abdul Hakim, salah seorang warga Desa Tua Bitombang.

Selain merupakan perkampungan tertua, keunikan topografi alamnya, serta rumah dengan tiang menjulang tinggi, penduduk di perkampungan ini pada umumnya berusia lanjut alias di atas 90 tahun. Hebatnya, mereka masih kuat bekerja sehingga perkampungan ini dianggap memiliki berkah atau dalam kata lainnya "barakka" bagi warganya. Mata pencarian penduduk Matomba rata-rata berkebun, seperti kemiri, jambu mente, jagung, dan kelapa, serta dan beternak.

Ini seperti dilakukan salah seorang nenek bernama DG Jaho yang sudah berusia satu abad. Kedua matanya sudah tidak dapat melihat, namun fisik dan ingatannya masih sempurna. Nenek ini sekarang tinggal bersama mantan menantunya sedangkan kedua anak laki-lakinya sudah lama meninggal. Nenek ini hanya dapat beraktivitas di atas tempat tidur.

Sebagian besar penduduk Bitombang masih menganut mitos-mitos kuno atau kepercayaan sebagai ritualnya. Salah satu ritualnya tidak boleh ada seorangpun yang tahu mengenai jampi dan sesuatu yang ditanam di sekitar tanah rumahnya untuk menjamin jampi dan adat ritual tersebut berkhasiat.

Meskipun rumah tersebut sudah berusia seratus tahun, hingga saat ini masih berdiri kokoh dan tidak pernah diterpa badai. Dan, perkampunagn ini yang sebentar lagi akan dinobatkan sebagai tujuan wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini