Curhat Pelukis Potret di Pantai Galesong (1)

Arpan Rachman, Jurnalis · Rabu 27 November 2013 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 27 408 903488 ZDRy8vwHF9.jpg Nasrun, pelukis potret di Pantai Galesong (Foto: Andi Aisyah/Okezone)

SECARA terampil, tangan kanannya bergerak cekatan. Dia sibuk mengoleskan cat di kuas, lantas menyapukannya ke kanvas.

Tak ada model bergaya di hadapannya. Hanya foto sepasang lelaki-perempuan terpampang di layar ponsel yang dipegangnya di tangan kiri. Foto itu yang dia lukis.

Saat dijumpai Okezone akhir pekan lalu, Nasrun bukan sedang melukis di studio. Dia membuka lapak di lobi Hotel Wisata Pantai Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

“Saya bukan pelukis sekolahan, tidak melalui pendidikan formal. Sekolah umum saja di SMP dan SMA Muhammadiyah. Rencananya mau masuk ke Unismuh, tapi tidak sempat. Kalah sama uang karena sudah banyak kerjaan,” cerita Nasrun.

Lelaki berusia 63 tahun itu melayani lukis langsung jadi di tempat; lukis foto, pemandangan, spanduk, dan baliho. Rumah sekaligus studionya di Jalan Banda Lrg 200 No 8A, Makassar.

“Tapi studionya macam kandang ayam, maaf kalau Anda ke sana tempatnya amburadul tidak karuan,” kata Nasrun.

Dengan keahlian yang diakuinya hanya berdasarkan otodidak, Nasrun terus asyik melukis potret. “Tidak cukup sepuluh lukisan di galeri. Kebanyakan tamu-tamu datang, melihatnya, kemudian lukisan dibawa, dibeli. Saya tidak sempat mengumpulkan. Padahal, rencananya mau dikumpulkan untuk pameran. Lukisan itu dilihat mereka bagus, saya juga butuh duit, sudah, diangkat. Sayang sebenarnya,” ucap Nasrun.

Dia dikaruniai bakat hebat. Teknik presisi yang amat detail dari sebuah lukisan potret pun selesai dikerjakan kurang dari 30 menit.

“Kalau untuk pasaran begini, yang kelas bawah, bahannya juga tidak terlalu mahal. Paling tinggi ini Rp1 jutaan,” ujar Nasrun.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini